Cegah Virus Corona, Rumah Ibadah di Aceh Dilarang Pakai Karpet

Cegah Virus Corona, Rumah Ibadah di Aceh Dilarang Pakai Karpet
PERISTIWA | 16 Maret 2020 12:00 Reporter : Afif

Merdeka.com - Seluruh rumah ibadah di Aceh diimbau agar tidak menggunakan ambal untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Kita sudah imbau setiap masjid, musala, tempat ibadah semuanya untuk tidak menggunakan ambal (karpet)," kata Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Aceh, Saifuddin di Banda Aceh, Minggu (15/3) di Banda Aceh.

Saifuddin meminta ambal yang ada di masjid, musala atau rumah ibadah lainnya agar digulung. Lalu lantai dibersihkan setiap hari dan jemaah disarankan membawa sajadah masing-masing.

"Setidaknya membawa sehelai kain untuk tempat sujud agar tidak menggunakan berulang," pintanya.

Setiap rumah ibadah diminta juga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Seperti tempat wudhu, toilet dan fasilitas lainnya. Sehingga dapat mencegah penyebaran COVID-19.

1 dari 1 halaman

ASN Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas

Selain itu Saifuddin juga meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara Kementerian Agama (Kemenag) Aceh tidak dibenarkan melakukan perjalanan dinas ke luar daerah.

Jika sudah terlanjur dinas ke luar daerah, sebutnya, saat pulang agar memisahkan diri dari keramaian di lokasi kerja. Sehingga bila ada potensi suspect corona dapat dicegah.

"Atau melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak terkena virus tersebut," jelasnya.

Harapannya tidak ada yang terkena virus corona di Aceh, sebutnya, termasuk absensi tidak lagi menggunakan fingerprint pakai tangan. "Kita ubah menjadi pendeteksi wajah," tukasnya.

Sementara itu seluruh madrasah dan pesantren di bawah pengawasan Kanwil Kemenag Aceh juga ikut diliburkan selama 14 hari. Terhitung mulai 16 sampai 28 Maret 2020, ini dilakukan untuk mengantisipasi tersebarnya virus corona.

"Kita sudah rapat pimpinan barusan, sudah selesai, kita ikuti pemda Aceh, bahwa kita liburkan madrasah semua, termasuk pesantren, yang boarding juga kita pulangkan ke keluarga," jelasnya.

Keputusan ini diambil, sebutnya, agar virus corona tidak merambah sampai ke madrasah dan pesantren. Dengan diliburkan, dapat menghentikan penyebaran virus corona.

Kendati demikian, sebut Saifuddin, ujian nasional 2020 tak terganggu. Artinya, pelaksanaan akan dilakukan sesuai jadwal yang ada. "Namun aktivitas belajarnya kita kembalikan ke rumah masing-masing," katanya.

Kepada orang tua, Saifuddin meminta agar mengawasi anaknya tetap belajar di rumah. Mereka tidak diperbolehkan keluyuran ke luar rumah saat libur. (mdk/bal)

Baca juga:
Mendikbud Dorong Kuliah Jarak Jauh dan Tunda Wisuda
Wajib Tahu, Negara Tanggung Biaya Pengobatan Pasien Virus Corona dan PIE
Solo KLB Corona, RSUD dr Moewardi Larang Pasien Rawat Inap Dibesuk
Penjelasan Menteri Suharso Monoarfa soal Foto Tes Virus Corona
Antisipasi Corona, Ini 5 Fakta Dinkes Surabaya Produksi 450 Liter Cairan Pencuci Tang
Presiden Imbau Bekerja di Rumah, DPR Kritik Terjadinya Penumpukan Penumpang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agama Sejatinya Tidak Menyulitkan Umatnya - MERDEKA BICARA with Menteri Agama Fachrul Razi

5