Cerita Bagyo, tukang garap PR matematika mimpi punya Bimbel

PERISTIWA | 17 Desember 2014 06:00 Reporter : Mohamad Taufik

Merdeka.com - Kemarin emperan Kantor Pos Kota Gede, Yogyakarta, kedatangan penghuni baru. Seorang pria paruh baya membuka lapak di sana. Namun berbeda dari yang lain, Subagyo menawarkan jasa mengerjakan pekerjaan rumah matematika.

"Saya memang gemar matematika, mau bagi-bagi pengalaman sedikit pada masyarakat," ujar pria 60 tahun itu saat berbincang dengan merdeka.com, Senin (15/12).

Subagyo membuka jasa itu pada 30 November lalu. Ayah dua anak ini mengaku pernah mengenyam pendidikan di Jurusan Teknik Kimia UGM. Dia siap membantu mengerjakan soal siswa SD, SMP dan SMA.

"Satu soal Rp 10 ribu, harganya bisa meningkat jika menurut kemampuan saya sulit," tutur penyandang difabel itu.

Bagaimana kisahnya? Berikut ini cerita Bagyo tukang garap PR Matematika yang mimpi punya lembaga bimbingan belajar (bimbel):

1 dari 5 halaman

Buka jasa garap PR Matematika karena desakan ekonomi

Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Jasa penerjemahan bahasa inggris menginspirasi Subagyo warga Pleret, Bantul untuk membuka jasa menggarap soal matematika SD, SMP dan SMA. Dia membuka lapak jasa menggarap PR Matematika di pinggir jalan, sebelah selatan Kantor Pos Kotagede, Yogyakarta.

"Saya membuka ini baru tiga minggu, karena melihat penerjemahan saja ada jasanya, soal matematika juga pasti bisa dibuat jasanya," kata bapak dua anak tersebut, saat dihubungi merdeka.com, Senin (15/12).

Dia mengaku ide tersebut muncul karena kegelisahannya atas usaha advertising yang digeluti bersama istrinya sepi orderan. Sementara dia harus menghidupi dua anak yang masih duduk di bangku kelas SMA dan SD. Dengan berbekal pengetahuannya tentang matematika, dia pun nekat melaksanakan ide tersebut.

"Desakan ekonomi juga, selain itu yang saya bisa ya matematika ini, ya itu yang saya kerjakan," ujarnya.

Untuk setiap soal yang dikerjakannya, Subagyo mendapatkan upah Rp 10.000. Jika soal lebih sulit, maka akan lebih mahal biayanya. "Baru satu ini yang pesan, itu pun belum diambil jadi belum dibayar, anak SMA tadi yang pesan," ungkapnya.

2 dari 5 halaman

Subagyo hanya lulusan SMA

Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Subagyo sendiri mengaku hanyalah lulusan SMA YUB (Yayasan Universitas Buruh) di Yogyakarta tahun 70-an. Kecintaannya terhadap matematika membuat lelaki berusia 60 tahun tersebut selalu ingat rumus-rumus.

"Dasarnya senang, dulu SMA nggak terkenal, belajarnya matematika murni jadi nggak sulit," tandasnya. Namun demikian, meski tamatan SMA, Bagyo mengaku pernah mengenyam jurusan Teknik Kimia UGM, namun tidak menyebut apakah lulus atau tidak.

3 dari 5 halaman

Pernah menjadi guru les privat SD dan SMA

Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Sebelum membuka jasa tersebut, rupanya Subagyo sudah pernah menjadi guru les privat beberapa anak SD sampai SMA. "Sebelumnya saya bikin advertising sekarang istri saya yang urus, saya juga ngelesin anak-anak sekolah," katanya.

Meski belum banyak yang menggunakan jasa mengerjakan soal matematika tersebut Subagyo merasa optimis akan banyak pelanggan. Pasalnya, selama tiga minggu membuka jasa tersebut sudah banyak memintanya untuk memberikan les privat.

"Yang minta kerjakan soal baru satu mungkin karena masih musim liburan, tapi sudah ada yang minta les privat sama saya," ujarnya.

Permintaan tersebut pun disambut senang Subagyo. Tidak pikir panjang dia pun langsung mengambil tawaran tersebut. "Saya sanggupi, nanti hari minggu juga sudah ada yang pesan mau antar soal," tambahnya.

4 dari 5 halaman

Mimpi Bagyo ingin bikin bimbel

Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Meski baru merintis tiga minggu usaha jasanya menggarap soal matematika SD, SMP dan SMA, Subagyo memiliki cita-cita mengembangkan usahanya seperti bimbingan belajar. Meski demikian dia tidak akan mengenakan biaya yang mahal.

"Cita-cita punya bimbingan belajar kayak Primagama dan Ganesa, tapi ya nggak mahal. Saya kalau ada anak yang tidak mampu minta bantuan saya akan berikan gratis," kata Subagyo saat ditemui merdeka.com di lapak jasa penggarapan soal matematika di samping kantor pos Kotagede, Yogyakarta, Selasa (16/12).

Baginya, usaha yang dirintis tersebut tidak sekedar mencari uang, tapi juga sebagai bagian dari ibadah. Dia pun bertekad tidak akan mundur dari usahanya ini. "Saya sudah niatkan, akan saya jalani ini sampai menghasilkan," tegasnya.

5 dari 5 halaman

Ingin sukses mirip Menteri Susi

Subagyo penjual jasa garap soal matematika. ©2014 merdeka.com/kresna

Menurut Bagyo, selagi usaha itu benar, tidak ada alasan untuk mundur. Dia terinspirasi Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti yang merintis usaha dari nol hingga menjadi pengusaha sukses.

"Ibu Susi itu saja tidak selesai sekolahnya, masak saya tidak bisa sukses seperti ibu Susi. Dia jadi menteri terkaya. Saya kagum dengan beliau," ungkapnya.

Belakangan ini Subagyo kembali membongkar buku-buku lama sewaktu dia kuliah dulu untuk kembali mengingatkannya pada rumus-rumus dasar. Dia juga meminjam buku pelajaran anaknya dan membeli beberapa buku latihan matematika terbaru.

"Ini ada buku paket anak saya, saya pinjam buat belajar, isinya sebenarnya gampang cuma bertele-tele penjelasannya," kata Bagyo.

Dia menilai anak sekolah zaman sekarang malas membaca buku sehingga menilai soal-soal yang ada sulit. Padahal jika diperhatikan dengan seksama, soal-soal latihan di buku-buku paket sangat mudah.

"Kadang ada soal yang sudah dijelaskan, kemudian dilatihannya ada lagi, sama soalnya tapi ya nggak tahu, itu dasarnya malas baca buku," ujarnya. (mdk/mtf)

Baca juga:
Ini unek-unek Pak Subagyo soal kurikulum pendidikan
Mimpi penjual jasa garap PR matematika sukses kayak Menteri Susi
Uniknya penjual jasa kerjakan PR matematika di Yogyakarta
Pak Subagyo: Teman-teman saya sekarang jadi profesor di UGM
Ini alasan Pak Subagyo jual jasa kerjakan PR matematika
Pria 60 tahun jual jasa kerjakan PR matematika, tarif Rp 10 ribu