Cerita-Cerita Mencekam Korban Selamat dari Serangan KKB Papua

PERISTIWA | 6 Desember 2018 06:10 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Serangan kelompok kriminal bersenjata atau KKB sering melakukan teror di tanah Papua. Terbaru mereka membunuh 19 pekerja proyek saat tengah membangun jembatan. Bahkan sehari sebelumnya menyerang pos TNI.

Banyak korban selamat atas peristiwa serangan KKB setelah diselamatkan oleh TNI dan Polri. Berikut cerita mereka yang selamat atas serangan KKB Papua:

1 dari 4 halaman

Sebelas Pekerja Pura-Pura Mati

Senjata OPM. ©2018 istimewa

Demi menghindari penembakan KKB, 11 pekerja berpura-pura mati. Setelah KKB meninggalkan korban dan melanjutkan perjalanan, 11 pekerja itu melarikan diri. Namun, usaha itu terlihat oleh pasukan KKB.

"Lima orang tertangkap dan digorok oleh KKB meninggal di tempat, enam orang berhasil melarikan diri ke arah Mbuah, dua orang di antaranya belum ditemukan, sedangkan empat orang selamat setelah diamankan oleh anggota TNI di Pos Yonif 755/Yalet di Mbua," kata Kapendam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi.

Aidi menjelaskan suasana saat penembakan. "Seperti suasana kegirangan menari-nari sambil meneriakkan suara hutan khas pedalaman Papua. Mereka secara sadis menembaki para pekerja," katannya.

2 dari 4 halaman

Rumah Guru Dijarah dan Ditodong Pistol

Senjata OPM. ©2018 istimewa

Salah seorang guru SD Negeri Aroanop, Distrik Tembagapura, Mimika, mengalami pengalaman paling mengerikan. Rumahnya dijarah oleh KKB Papua. Saat itu, hari Jumat pukul 15.00 WIT, sebanyak 20 anggota KKSB memasuki rumah guru yang ia dan rekannya tempati di Aroanop. Kelompok tersebut kemudian mulai mengintimidasi para guru yang saat itu berjumlah delapan orang.

"Jadi, bukan hanya tindakan kekerasan dan intimidasi, tetapi barang-barang kami dijarah oleh KKSB," kata Rano Samsul Bahri.

KKSB kemudian berhasil membawa 10 unit telepon seluler, empat laptop, sebagian bahan stok makanan, bahkan pakaian. "Kami ditodong dengan senjata api. Guru laki-laki dipisahkan dengan guru perempuan. Guru laki-laki ditodong dengan senjata api yang diarahkan ke kepala. Sedangkan para guru perempuan yang berjumlah empat orang tersebut dipukul dan ditendang," katanya.

3 dari 4 halaman

Ratusan Korban Sandera Diintimidasi

Senjata OPM. ©2018 istimewa

Pasukan gabungan TNI dan Polri berhasil membebaskan ratusan warga yang disandera oleh KKB. Para korban mengalami trauma dan ketakutan, karena selama disandera mengalami kekejaman dan intimidasi. Kelompok tersebut tak segan-segan memukul warga yang tidak ikuti perintah mereka, bahkan sampai melakukan percobaan pemerkosaan.

Andri, salah satu korban, mengisahkan kondisi warga selama disandera KKB. Mereka dikumpulkan di dalam rumah atau kios yang ada di desa tersebut. Selanjutnya, barang berharga mereka dirampas. Kelompok tersebut selalu menenteng senjata api dan senjata tajam selama menyandera warga. Selain merampas barang berharga, KKB Papua juga menjadikan warga sebagai tameng dari aparat.

4 dari 4 halaman

Puluhan Pekerja Dibawa dengan Tangan Terikat

Senjata KKB. ©istimewa

Salah satu pekerja yang selamat dari serangan KKB, Jimmy Aritonang, menceritakan kejadian mengerikan yang ia alami saat itu. Ia bersama tiga rekannya berhasil lolos dari kekejaman KKB. Mereka dievakuasi dengan menggunakan helikopter pada Selasa malam.

Jimmy menceritakan, pada 1 Desember 2018 seluruh pekerja memutuskan tak bekerja. Karena bertepatan dengan HUT OPM. Namun pada hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIT, KKB mendatangi kemah  PT Istaka Karya dan memaksa seluruh karyawan yang berjumlah 25 orang keluar dan selanjutnya digiring menuju Kali Karunggame dalam kondisi tangan terikat. Mereka dikawal sekitar 50 orang anggota KKB bersenjata campuran standar militer.

Keesokan harinya mereka dibawa ke bukit puncak Kabo. Mereka disuruh berbaris dengan lima saf dalam keadaan jongkok. Tak lama kemudian, para KKB menari-nari dan berteriak-teriak, lalu menembaki para pekerja dengan sadis. Sebagian mati dan sebagian pura-pura mati.