Cerita dari Atas KM Lambelu yang Dilarang Bersandar Hingga Ada Penumpang Nekat Terjun

Cerita dari Atas KM Lambelu yang Dilarang Bersandar Hingga Ada Penumpang Nekat Terjun
PERISTIWA | 8 April 2020 10:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim Protokoler Gugus Tugas Pencegahan Percepatan Covid-19 menggelar pemeriksaan kesehatan penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) di atas KM Lambelu. Pemeriksaan dilakukan di tengah laut. Sekitar 2 mil dari pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, NTT, Selasa (7/4).

Sebanyak 24 tenaga medis yang terdiri dari perawat senior, KKP Pelabuhan dan relawan yang melakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel 95 ABK dan 238 penumpang KM Lambelu.

Pantauan Liputan6.com di lokasi, aparat TNI AL, AD, polisi, dan Brimob menjaga ketat area pintu masuk pelabuhan hingga dermaga. Setiap petugas dan relawan termasuk awak media harus melalui pemeriksaan ketat.

Setiap orang yang masuk pelabuhan diwajibkan memakai masker dan kaus tangan serta dilengkapi tanda pengenal yang dikeluarkan posko Covid-19 Sikka. Pengamanan berlapis. Di pintu utama masuk pelabuhan dijaga ketat anggota Angkatan Laut. Di pintu berikutnya aparat kepolisian. Terakhir, di pintu masuk dermaga bersiaga aparat TNI dan polisi.

Suasana mulai tegang ketika petugas mengumumkan agar setiap orang harus menjaga jarak aman dengan 24 tenaga medis yang baru pulang mengambil sampel 20 orang ABK KM Lambelu.

Ke-24 petugas medis yang turun dari speed sea rider AL, di atas dermaga disemprotkan dengan disinfektan ke seluruh tubuh. Kemudian diarahkan menuju pintu dermaga lalu kembali disemprotkan lagi dengan disinfektan.

Selanjutnya 24 petugas diarahkan menuju terminal penumpang pelabuhan untuk mengganti APD yang dikenakan. Setelah itu petugas diangkut menggunakan mobil menuju Posko Covid-19 dengan membawa sampel.

"Banyak penumpang mulai stres dan banyak yang menangis di atas KM Lambelu," ujar salah seorang tenaga medis yang baru turun dari sea rider AL kepada Liputan6.com.

Melalui keterangan tertulis, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko menceritakan, ada penumpang kapal KM Lambelu yang panik. Sehingga melompat ke laut setelah mendengar kapal belum bisa sandar. Kendati begitu tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

"Hal ini sangat membahayakan. Kami mohon kerjasama para penumpang kapal untuk mengikuti instruksi dari awak kapal dan juga protokol kesehatan yang diterapkan di atas kapal sebelum turun dari kapal. Jangan melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri," tegasnya.

Baca Selanjutnya: Dilarang Bersandar...

Halaman

(mdk/noe)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami