Cerita Gojek 001 Ketemu Nadiem Makarim Usai Salat Jumat di Masjid Kemendikbud

PERISTIWA | 25 Oktober 2019 21:06 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim melakukan salat Jumat perdana di Masjid Baitut Tholibin, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Senayan, Jakarta, Jumat (25/10). Nadiem salat Jumat bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy.

Di hadapan jamaah, Nadiem mengucapkan terima kasih atas jasa Muhadjir Effendy yang sebelumnya menjabat sebagai Mendikbud. Nadiem berharap ia bisa melanjutkan amanah yang diberikan dan ke depannya bisa bekerja sama lebih baik sebagai Mendikbud dan Menko PMK.

Usai salat, Nadiem sempat bertemu dengan mitra Gojek, perusahaan yang dibesarkan olehnya. Dua driver Gojek tersebut bernama Mulyono dan Endang Irawan.

"Pak Nadiem itu atasan saya, jenderal saya. Sudah seharusnya saya mendukung Pak Nadiem dengan jabatan di pemerintahan," kata Endang, mitra driver roda dua Gojek usai pertemuan dengan Nadiem, Jumat (25/10).

Meski tidak terlalu lama, pertemuan sekitar 10 menit saja, kata Endang, sudah cukup untuk berkomunikasi dan saling memberikan semangat.

"Walaupun sudah jadi menteri pak Nadiem tetap ramah dan komunikatif," ungkap dia.

Selain mendukung, Endang mengaku turut mendoakan agar Nadiem bisa membawa pendidikan di Indonesia lebih baik. Ini bukan kali pertama Endang bertemu dengan Nadiem secara langsung. Bedanya, sekarang Nadiem sudah bukan sebagai pimpinan Gojek lagi. Atas dasar itu dirinya juga mengatakan kepada Nadiem agar tetap semangat meskipun mungkin ada pihak yang masih meragukan.

"Biasa lah pasti ada (nada) yang sumbang-sumbang (negatif). Justru bagi saya, omongan sumbang ke Pak Nadiem itu sebagai bentuk kesuksesan kepemimpinan beliau," tegasnya.

Sebagai mitra driver Gojek sejak 2015, Endang mengaku Nadiem banyak memberikan terobosan selama masih memimpin perusahaan. Terutama berkaitan dengan kesejahteraan. Toh, kata dia, kesejahteraan tidak melulu soal pendapatan uang harian. Hal tersebut dibuktikan Endang yang dengan uang hasil menjadi mitra Gojek sanggup membangun pesantren di Kampung Babakan, Ciomas, Bogor.

"Saya namakan Pondok Pesantren Bina Gojek. Dulu santrinya hanya 20 orang tapi sekarang berkembang sampai 120 santri," kata dia.

Endang memang merupakan salah satu contoh mitra teladan Gojek. Mitra teladan lain yang juga berkesempatan bertemu Nadiem adalah Mulyono. Julukannya 001 sebab merupakan mitra Gojek pertama sebelum terus berkembang hingga sebesar sekarang.

"Saya sudah beberapa kali ketemu mas Nadiem. Nggak berubah. Tetap bersahaja. Setiap ketemu pasti dipeluk. Sudah jadi menteri saja begitu tadi saya dipeluk," kata Mulyono, lantas tertawa.

Bukti tidak ada yang berubah, canda Mulyono lagi, ketika bertemu usai solat Jumat sama-sama pakai batik. "Saya juga pakai batik. Jadi kita sama," terusnya.

Dirinya mengaku turut bangga Nadiem menjadi menteri. "Itu menandakan pak Jokowi percaya sama Nadiem sebagai sosok yang menurut saya pribadi, jenius," ungkapnya.

Baca juga:
Muhadjir dan Nadiem Salat Jumat Bareng di Kemendikbud
Soal Mendikbud dan Menag, Din Syamsuddin Sebut Jokowi Ahistoris
Gubernur Jabar Ridwan Kamil Sampaikan Pesan Khusus untuk Mendikbud Nadiem Makarim
Sandi Harap Nadiem Makarim Buat Pendidikan Indonesia Lebih Inovatif Lewat Teknologi
Tepatkah Jokowi Tunjuk Nadiem Jadi Menteri Pendidikan?

(mdk/ded)