Cerita Haru Petugas Medis 3 Bulan Tak Pulang Hingga Lebaran Tangani Corona

Cerita Haru Petugas Medis 3 Bulan Tak Pulang Hingga Lebaran Tangani Corona
PERISTIWA | 24 Mei 2020 20:32 Reporter : Eko Prasetya

Merdeka.com - Sejumlah tenaga medis Covid-19 di Ibu Kota mengakui, tidak sempat pulang ke rumah hampir satu hingga tiga bulan karena harus bertugas memastikan seluruh pasien tertangani dengan baik.

"Sudah hampir, tiga bulan tidak ketemu sama mama, sama ayah. Paling pulang ketemu sama suami, sempet juga harus dipisah dengan anak," kata Lia, salah seorang dokter penanganan COVID-19 di Puskesmas Duren Sawit, dalam unggahan video di Instagram @dkijakarta milik Pemprov DKI Jakarta itu, Minggu (24/5).

Tidak hanya Lia, ada juga tiga orang dokter lainnya yaitu Indriani Febriani, Kevin William Hutomo, dan Suhartiningsih yang bernasib sama tidak bertemu keluarganya lebih dari satu bulan akibat penanganan Covid-19.

1 dari 1 halaman

Lebaran

Di tengah momen perayaan Lebaran yang biasanya digunakan banyak orang untuk berkumpul dengan keluarga, para tenaga medis itu memilih tetap bertugas dan tinggal di fasilitas yang telah disediakan oleh pemerintah dibandingkan pulang ke rumah.

"Sebisa mungkin saya tidak pulang ke rumah karena bisa aja saya menjadi 'carrier' (pembawa virus)," kata Kevin.

Pada saat diminta menghubungi keluarganya lewat panggilan telepon, keempatnya meminta maaf karena tak bisa pulang ke kampung halamannya.

Bahkan dokter Indriani yang bertugas di RSUD Pasar Minggu menitikkan air mata saat ibunya berpesan agar anaknya itu tetap berjuang melayani pasien Covid-19, meski berlebaran tanpa berjumpa dengan keluarganya.

"Pokoknya sabar ya. Teteh kan dari kecil mau jadi dokter. Harus dibuktikan sekarang, harus dijalani ya. Nanti kita pasti bertemu lagi," kata ibu dokter Indriani.

Para dokter itu berpesan dengan tegas agar di masa Lebaran ini, masyarakat tetap menjalani Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dengan disiplin dan tetap di rumah saja.

"Kami itu miris kalau pada waktu memeriksa, hasilnya tuh positif semuanya. Itu luar biasa sedihnya," kata dokter Suhartiningsih yang bertugas sebagai Kepala Satuan Pelaksana di Laboratorium Masyarakat dan menyayangkan masih banyak warga yang abai pada PSBB.

Mereka juga meminta jika masyarakat harus beraktivitas di luar ruangan, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya mulai dari menggunakan masker, menjalankan jaga jarak, hingga rajin mencuci tangan.

"Aku dan teman-teman di sini (di Rumah Sakit) kan masih terus berjuang, kita nggak akan menyerah. Kita akan tetap bertugas dengan baik semaksimal mungkin untuk melewati pandemi ini. Aku juga kangen keluargaku," kata dokter Indriani menyampaikan harapannya agar warga Jakarta tetap patuh menjalani PSBB di momen Lebaran 1441H ini. (mdk/eko)

Baca juga:
PSBB di Surabaya-Gresik-Sidoarjo Diperpanjang Hingga 8 Juni 2020
Pasien Positif Covid-19 Sembuh di Bali 295 Orang
Hingga Lebaran di Tengah Pandemi, Sudah 4.439 Warga di DKI Positif Covid-19
Pemerintah Telah Periksa 256.946 Spesimen Kasus Covid-19
Psikolog Sebut Proses Adaptasi New Normal Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Pariwisata Banyuwangi Bersiap Menyambut New Normal

5