Cerita Jokowi Sulit 'Damaikan' Putin dengan Zelenskyy

Cerita Jokowi Sulit 'Damaikan' Putin dengan Zelenskyy
Kunjungan Jokowi di Indramayu. ©2021 Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/editorial Merdeka.com
NEWS | 23 Agustus 2022 11:03 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan situasi saat berkunjung ke Ukraina dan Rusia. Dia mengungkapkan, sulit untuk mempertemukan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membuka ruang dialog.

Perang Rusia dengan Ukraina sudah berlangsung selama hampir 6 bulan, dan belum ada tanda-tanda akan segera berakhir. Konflik yang terjadi antara negara tetangga tersebut dimulai sejak akhir Februari 2022.

"Saat saya ke Ukraina kemudian ke Rusia ketemu Presiden Zelenskyy dan 1,5 jam saya berbicara dengan Presiden Putin 2,5 jam saya berbicara, saya lihat saya sebetulnya ingin agar ada ruang dialog," kata Jokowi dalam pengarahannya dalam acara Kadin di Jakarta Timur, Selasa (23/8).

"Tapi di lapangan saya lihat sulit untuk mempertemukan dalam sebuah ruang dialog antara Presiden Putin dan Zelenskyy," sambungnya.

2 dari 4 halaman

Bahas Krisis Pangan

Saat bertemu dengan masing-masing pemimpin kedua negara itu, Jokowi pun akhirnya membahas terkait krisis pangan. Dia menyebut, stok gandum di Ukraina sebanyak 77 juta ton. Sedangkan, stok gandum Rusia sebesar 130 ton.

"Jadi saya belokkan ke krisis pangan saja sudah saya mau bicarakan ini, Presiden Ukraina menyampaikan di Ukraina ada stok 22 juta ton, ditambah panen baru 55 juta ton, artinya 77 juta ton ada di Ukraina," kata dia.

"Ditambah di Rusia saya tanya ke Presiden Putin berapa sih gandum di Rusia? 130 juta ton," sambungnya.

Jika digabungkan, total gandum uang dimiliki dua negara itu mencapai 207 ton. Jumlah gandum yang besar itu tidak bisa keluar bagi negara yang ingin mengimpor.

"Kita makan beras hanya 31 juta ton, ini 207 juta ton tidak bisa keluar. Bapak ibu bisa bayangkan negara-negara yang mengimpor dari sana terutama Afrika saat ini berada dalam kondisi sangat sulit," ujar Jokowi.

3 dari 4 halaman

Bertemu Zelenskyy

Jokowi bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Istana Maryinsky, Kyiv, Ukraina, Rabu (29/6). Dalam pertemuan, Jokowi membahas banyak hal.

Di antaranya, Jokowi menyampaikan bahwa kunjungannya merupakan wujud kepedulian masyarakat Indonesia terhadap Ukraina.

Dia lalu menegaskan posisi Indonesia menghormati kedaulatan dan integritas wilayah. Jokowi kemudian menawarkan diri untuk menjadi jembatan komunikasi antara Zelenskyy dan Putin.

"Saya menawarkan diri untuk membawa pesan dari Presiden Zelenskyy untuk Presiden Putin yang akan saya kunjungi segera," kata Jokowi usai pertemuan.

Tak lupa, Jokowi menyampaikan kepeduliannya terhadap dampak perang bagi kemanusiaan. Rakyat dan pemerintah Indonesia berusaha memberikan kontribusi bantuan termasuk obat-obatan dan komitmen rekonstruksi rumah sakit di sekitar Kyiv.

4 dari 4 halaman

Bertemu Putin

Usai bertemu Zelenskyy, Jokowi menemui Putin di Istana Kremlin pada 30 Juni 2022 sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Setidaknya ada lima hal yang dibahas dalam pertemuan.

Tiga di antaranya yakni, pertama, Jokowi menyatakan kesiapannya menjadi jembatan komunikasi antara Putin dan Zelenskyy. Di hadapan Putin, Jokowi menegaskan penyelesaian damai penting untuk terus dikedepankan dan juga ruang-ruang dialog terus dibuka.

Kedua, rantai pasok pangan dan pupuk. Jokowi mengatakan mendukung upaya Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mereintegrasi komoditas pangan dan pupuk Rusia-Ukraina.

"Khusus untuk jalur ekspor produk pangan Ukraina, terutama melalui jalur laut, saya sangat menghargai Presiden Putin yang tadi menyampaikan bahwa memberikan jaminan keamanan pasokan pangan dan pupuk dari Ukraina maupun Rusia, ini sebuah berita yang baik," ujar Jokowi.

Ketiga, Jokowi kembali menegaskan bahwa Indonesia tidak memiliki kepentingan apapun di tengah konflik Rusia dan Ukraina. Indonesia hanya ingin melihat perang dapat segera selesai dan rantai pasok pangan, pupuk dan energi dapat segera diperbaiki.

"Saya ajak seluruh pemimpin dunia untuk bersama kembali menghidupkan semangat multilateralisme, semangat damai dan semangat kerja sama. Karena hanya dengan spirit ini perdamaian dapat dicapai," tutup Jokowi.

Baca juga:
Sambut Hari Merdeka, Ukraina Pamerkan Tank Rusia Hasil Rampasan
Alexander Dugin, Tokoh Berpengaruh di Balik Keputusan Putin Serang Ukraina
Rusia Tuding Ukraina Racuni Tentaranya
Kisah CEO Startup Ukraina Tetap Jalankan Perusahaan di Tengah Perang
Dunia di Ambang Bencana Kelaparan, Jutaan Nyawa Terancam Melayang
Serangan Ukraina Hantam Penjara di Donetsk, 40 Tahanan Tewas Terpanggang

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini