Cerita Jurnalis Terpapar Covid-19: Kangen Anak dan Kehilangan Ayah Akibat Corona

Cerita Jurnalis Terpapar Covid-19: Kangen Anak dan Kehilangan Ayah Akibat Corona
PERISTIWA | 23 November 2020 04:00 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Seorang jurnalis RRI Semarang Pradityo Utomo (26) sempat dirawat di rumah sakit Williamboth karena terpapar covid-19 usai melakukan peliputan. Selama perawatan, Adit mengaku hanya bisa terbaring lemas di ruangan seorang diri merasakan kesakitan saat virus Corona menyerang tubuhnya.

Syok, sedih, dan stres menyesaki pikiran dan hati Pradityo disunyinya ruangan isolasi. Ia berharap diberikan kesembuhan agar bisa kembali bersama keluarga.

"Badan ketika itu demam tinggi 40 derajat tidak kunjung turun, dan paling parah sesak nafas. Beruntung saya cepat ditangani medis, sebab kondisi saat itu sudah secara klinis positif. Saya tidak bisa bayangkan kalau terlambat penanganannya bagaimana keadaan saya saat itu," kata Pradityo saat berbincang pengalaman kondisi terpapar Corona, Minggu (22/11).

Awal mula terserang Corona, Pradityo mengaku ketika sedang meliput kegiatan pertempuran lima hari di Semarang 15 Oktober 2020. Pada waktu itu intensitas hujan tinggi membuat beberapa orang lainnya berteduh yang menimbulkan kerumunan di tenda.

Keesokan harinya kondisi kesehatannya menurun. Mulai demam tinggi dan lemas disertai sesak nafas, oleh orangtuanya diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit dan di swab hasil positif.

"Langsung kami diisolasi di ruang perawatan. Di ruangan sendirian tidak ada hiburan, sedih rasanya. Mau beranjak tempat tidur rasanya tubuh ini tidak kuat masih sesak untuk nafas saat itu aktivitas yang dilakukan cuma minum obat vitamin C dan penurun panas," ujarnya.

Selama perawatan intensif ruang isolasi khusus, Pradityo merasa tidak bisa melepas rasa rindu kepada keluarga khususnya anak yang masih berusia tiga bulan. Dia hanya bisa berdoa memohon kesembuhan.

"Kalau dibilang kangen, ya kangen sekali. Terbaring lemas, yang bisa saya lakukan hanya mainan handphone, video call sama keluarga," jelasnya.

Dia sangat menyesalkan pihak Dinkes lambat dalam melakukan tracking kepada keluarga. Justru, penelusuran tracking, setelah Pradityo sudah dalam keadaan pindah perawatan di rumah dinas Wali Kota Semarang kurang lebih selama 10 hari.

"Respons terlambat saya dirawat rumah sakit lima hari. Perawatan sudah pindah rumdin, tracking keluarga baru dilakukan D inkes. Akhirnya hasil tracking keluarga non reaktif, diminta untuk karantina mandiri di rumah," jelasnya.

Setelah hampir 10 hari dilakukan perawatan di rumah dinas, dan beberapa hasil swab negatif akhirnya diperbolehkan pulang. Bukannya senang, justru mendapat kabar sang ayah terkonfirmasi positif covid-19 setelah melakukan perjalanan luar kota. Dirawat di rumah sakit Wongsonegoro Semarang dari tanggal 2 November 2020.

"Kondisi waktu itu informasinya ayah di UGD masih sempat whatsapp sama saya. Dia bilang baik-baik dan hanya sesak saja, tapi beberapa hari kok sudah tidak sadarkan diri," terangnya.

Dari keluarga merasakan kecemasan terlebih sang ayah tidak boleh dijenguk. Selama delapan hari dirawat, pihak rumah sakit mengabarkan sang ayah meninggal dunia pada 10 November 2020 pukul 21.30 wib. Dari perwakilan keluarga yang datang langsung diminta memandikan jenazah.

"Saya masih heran, kenapa ayah meninggal terkonfirmasi positif, tapi pihak keluarga keponakan ayah suruh memandikan jenazah. Dari keluarga hanya pakai masker saja. Kenapa tidak dari pihak rumah sakit," ujarnya.

Usai dimandikan, oleh pihak rumah sakit mengantarkan jenazah ke pemakaman. Anehnya hanya sopir ambulance dan pihak Satpam yang mengantarkan tanpa mengenakan pakaian APD.

"Saya tahu betul itu pakai seragam biasa. Bahkan yang ngangkat peti sampai menurunkan ke liang lahat dari pihak keluarga. Saya sekeluarga ikut prosesi pemakaman dini hari dengan protokol kesehatan pakai masker," tandasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Kapolda Metro Irjen Fadil lmran Tegaskan Warga Petamburan Harus Ikut Rapid Test
91,2 Persen Pasien Covid-19 di DKI Jakarta Sembuh
Satgas: Total 4.669 Pasien Covid-19 Sembuh di Sultra
Kemenkes Minta Massa di Kerumunan Acara Rizieq Syihab Isolasi Mandiri
Selain Lurah Petamburan, Kapolsek dan Wakapolsek Tanah Abang juga Positif Covid-19
Warga Petamburan Jalani Rapid Test

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami