Cerita Kepala BNN Budi Waseso ditawari uang suap yang menggiurkan

Cerita Kepala BNN Budi Waseso ditawari uang suap yang menggiurkan
BNN ungkap penyelundupan 10kg sabu. ©2017 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
NEWS | 27 Agustus 2017 02:11 Reporter : Nurul Afrida

Merdeka.com - Dengan uang banyak, para bandar narkotika kerap menawarkan uang suap kepada petugas yang menangkapnya. Hal itu juga pernah dialami Kepala badan Narkotika Budi Waseso saat mengungkap kasus bandar sabu di Medan. Upaya suap ini sering dialami anggotanya, termasuk tawaran Rp 10 miliar dari bandar sabu yang diamankan dengan barang bukti 17 kg sabu di Bengkayang, Kalimantan Barat pada Minggu (6/8) lalu.

Menurut Waseso, tawaran suap itu merupakan jumlah yang terbesar yang pernah dialami anak buahnya. "Dia memakai perhiasan kalung, barang-barang yang bermerek, yang nilai besar. Jadi kalau ditangkap oleh anggota saya, langsung dia (berikan). 'Sudah ini aja deh, biar selesai'," kata Budi di rumahnya di Kompleks TNI AD Bulak Rantai Blok G No 86 Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (26/8).

Budi mengatakan, para bandar narkoba bisa memakai barang berharga yang bernilai ratusan juta, seperti kalung emas, jam bermerek dan lain lain.

"Itu sekarang modus, cash and carry. Dia juga ngantongin uang-uang yang nilainya cukup besar. Jadi di situlah anggota diperdaya, dipengaruhi, nah ini tergantung dari integritas anggota dan membangun komitmen," terang Waseso.

Mantan Kabareskrim ini mengklaim telah berhasil membangun komitmen integritas di BNN. Ini terbukti dengan laporan dari anggotanya yang beberapa kali ditawari uang suap tapi tak berhasil.

"Beberapa kali anggota saya akan disuap tidak berhasil, termasuk diri saya juga disuap tidak berhasil," kata Waseso.

Namun Waseso enggan menyebutkan berapa tawaran uang yang pernah diterimanya. Dia mengaku ditawari uang saat pengungkapan kasus di Medan. Sebelumnya dia juga mengaku berkali-kali mendapat tawaran yang menggiurkan.

"Oh banyak, sekali dekati saya, banyak. Ditawari macam-macam juga banyak, tapi saya kan komit, itulah integritas yang harus terbangun. Maka tugas di BNN ini tugas sangat mulia, dan orang-orang yang harus punya integritas dan komitmen yang kuat," terang Waseso.

"Karena pekerjaan kita dunia akhirat, ini nyawa manusia jiwa raga dan ini aset negara," pungkasnya. (mdk/bal)

Narsisnya Budi Waseso, sebut Jokowi tak salah tunjuk Kepala BNN

Curhat Budi Waseso banyak yang tak peduli pemberantasan narkoba

Budi Waseso: Ada yang mendoakan saya dibunuh

Saat Waseso mengenang jadi pengojek & sopir taksi agar dapur ngebul

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini