Cerita Korban Selamat Sengatan Tawon yang Tewaskan 1 Orang di Garut

PERISTIWA | 22 November 2019 12:56 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Muhammad Rizki (11) salah seorang pelajar yang menjadi korban serangan tawon di Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, hingga Jumat (22/11) masih merasakan dampak setelah mendapat sengatan beberapa tawon. Ia mengaku masih merasa pusing berat di kepalanya, rasa panas di bagian tubuh yang disengat tawon pun masih ia rasakan.

Rizki bercerita bahwa pada Rabu (20/11) ia bersama tiga orang rekannya, yaitu Armi Fauzi (11), Saeful Ulum (13), dan Elzar (10) sudah merencanakan 'penyerangan' kepada salah satu sarang tawon yang ada di Kampung mereka. Aksi tersebut dilakukan karena tawon-tawon yang bersarang di salah satu rumah warga itu kerap mengganggu sejumlah warga.

"Saya dengan teman-teman saya sudah menyiapkan kayu panjang untuk membongkar sarang tawon. Bahkan saya juga sudah menyiapkan pelindung wajah pun saya buat dari kardus," ujarnya.

Namun rupanya aksinya tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal sehingga ia bersama tiga orang temannya malah diserang balik oleh ratusan tawon yang ada di dalam sarangnya itu.

Rizki menyebut bahwa pelindung wajah yang sudah disiapkan tetap bisa ditembusi oleh salah satu tawon.

"Kardusnya langsung dibuka, langsung kena kepala (serangan tawonnya). Ke bagian kaki juga ada sengatan, padahal pake celana jeans. Tetapi tembus juga (sengatannya)," ucapnya.

1 dari 2 halaman

Sarang Tawon Berada di Dekat Masjid

Nenek Rizki, Neni Suhaeni (60) menyebut bahwa cucunya memang pada saat kejadian tengah bermain bersama tiga orang temannya. Namun ternyata kegiatan mainnya itu adalah berusaha membongkar sebuah sarang tawon di salah satu atap rumah yang berdekatan dengan masjid di kampung.

Dari cerita yang diterimanya, cucunya bersama tiga orang temannya sempat naik ke lantai atas masjid saat melakukan aksi pembongkaran sarang tawon. Saat itu, mereka pun berusaha membongkar sarang tawon menggunakan kayu panjang.

Saat kayu panjang dicolokan, lanjut Neni, tawon-tawon yang ada di dalam sarang langsung menyerang keempat orang anak tersebut. "Saat menyerang mereka ini langsung berlarian. Cucu saya langsung masuk ke dalam bak kamar mandi setelah sempat melompati jendela," ucapnya.

Korban meninggal, Armi, disebut Neni saat itu diketahui tidak bisa melompati jendela karena posisinya yang cukup tinggi. Dalam waktu yang sama, saat itu kondisi kampung tengah sepi karena kebanyakan sedang mengikuti pengajian.

2 dari 2 halaman

Seluruh Anak Sempat Berkumpul

Neni melanjutkan, setelah serangan ratusan tawon berhenti keempat anak-anak tersebut sempat berkumpul di posyandu yang ada di kampungnya. Cucunya sendiri saat itu langsung pulang ke rumahnya karena dipanggil ibunya.

Saat pulang, kata Neni, Rizki langsung minta dibawa ke dokter karena merasa sakit usai disengat tawon.

"Di kepala cucu saya ada lebih dari delapan luka sengatan tawon, belum ladi di badan, tangan, dan kakinya," katanya.

Saat itu sendiri, Rizki oleh keluarganya mendapatkan pengobatan di Puskesmas Bayongbong dan diberi obat-obatan tradisional seperti membaluri luka sengatan dengan cabe. Usai mendapatkan pengobatan, di malam hari cucunya sempat demam dan gelisah.

Sementara Armi, disebut Neni memang sempat menjalani pengobatan di Klinik Cisanca, Kecamatan Samarang. Namun di malam harinya Armi sempat dibawa ke RSUD dr Slamet Garut hingga akhirnya meninggal di RSUD dr Slamet Garut. (mdk/eko)

Baca juga:
Sarang Tawon Maut di Garut Dievakuasi, Warga Diingatkan Tak Ganggu Jika Menemukan
Usik Sarang Tawon, 4 Pelajar Disengat, Satu Tewas
Diserang Ratusan Tawon Gung, 10 Warga Kulon Progo Dibawa ke RS
Hendak evakuasi sarang tawon, petugas Damkar Samarinda disengat
Pengunjung dan pedagang di Taman Cerdas Samarinda menjadi korban sengatan tawon
Ribuan tawon ngamuk, sengat 6 orang dan 3 ayam sampai mati

TOPIK TERKAIT