Cerita Lucky Tentang Seragam Satpam: Tetangga Kira Saya Jadi Polisi

Cerita Lucky Tentang Seragam Satpam: Tetangga Kira Saya Jadi Polisi
Lucky Satpam Perumahan di Jakbar. Muhammad Genanta
NEWS | 13 Januari 2022 19:21 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Empat pria duduk santai di depan pos gerbang perumahan elit berkelir hitam. Bercakap-cakap sambil menjaga akses pintu masuk perumahan mewah di bilangan Jakarta Barat.

Suara handy talk (HT) kerap berbunyi di tengah-tengah mereka. Memonitor keadaan sekitar. Saling bersahutan. Ada gilirannya keliling mengecek keadaan komplek.

Di antara mereka sibuk membuka tutup gerbang. Memberi hormat penghuni maupun tamu yang mondar-mandir. Tidak sembarang warga bisa masuk bila tak ada keperluan. Kecuali kendaraan penghuni yang sudah mereka hafal.

Mereka sesekali istirahat. Menikmati seduhan kopi dengan berbincang harian seputar keamanan maupun keadaan sekitar. Kabar-kabar terkini juga menjadi perhatian mereka di media sosial.

Berita pergantian seragam satuan pengamanan (satpam) menjadi krem tak luput dari perbincangan petang itu. Kabar tersebut ikut disoroti Lucky. Sekuriti Puri Botanical Residence, Meruya Selatan, Jakarta Barat.

Pergantian warna seragam satpam sebelumnya diwacanakan Polri. Semula warna cokelat menjadi warna krem.

Alasan seragam satpam kembali diubah karena terlalu mirip dengan seragam personel Korps Bhayangkara. Hal itu membuat masyarakat menjadi bingung.

Lucky mengaku tak masalah dengan wacana perubahan seragam Satpam. Dia siap mengikuti aturan tersebut.

"Mau ganti (seragam) kan katanya? kita mah ikutin aja, mau diganti ayo enggak terserah," ucap Lucky saat berbincang, Kamis (12/1).

2 dari 3 halaman

Seragam Bikin Tugas Pede

Sudah 3 tahun Lucky menjadi satpam. Dari seragam biru hingga kini berubah cokelat yang identik dengan polisi. Diakuinya, seragam cokelat satpam lebih keren ketimbang yang lama.

Bukan untuk gaya-gayaan atau merasa gagah dan garang. Alasannya, pakaian yang bagus melambangkan kepribadian.

"Istilahnya kalau seragam bagus kita makainya bagus," ujar Lucky.

Lucky mengakui, ciri khas warna cokelat seragam satpam memang mirip polisi. Bangga serasa menjadi mitra Polri.

Kadang, masyarakat luar yang ingin masuk gerbang komplek malah putar balik. Keburu takut. Dikira penegak hukum. Tetapi, situasi depan gerbang terasa lebih steril dan aman.

"Terkadang begitu beranggapan wah polisi nih (jaga komplek), udah mau belok (masuk komplek) akhirnya lurus kesono," ungkap Lucky.

Pria berkulit sawo matang itu juga disangka sudah menjadi bagian dari institusi Bhayangkara oleh tetangganya. Setelah dilihat bet lengannya, ternyata Lucky masih setia berprofesi satpam.

"Misalnya istirahat nih kita pulang makan, ya pas awal awal tetangga bilang 'jadi polisi lu sekarang', pas dilihat ada betnya sekuriti," seloroh dia.

3 dari 3 halaman

Seragam Diberikan Yayasan

Lucky menjadi sekuriti dinaungi sebuah yayasan. Dia dapat dua seragam cokelat. Pakaian lamanya sudah ditinggalkan. Begitu pula jika berubah krem, seragam yang sekarang akan digantung.

Profesi satpam tetap Lucky nikmati dengan piket 8 jam sehari. Mengamankan komplek dan lingkungan sekitar. Ada aduan dari warga sudah biasa.

"Enggak enaknya komplain-komplain dari warga doang," ujar Lucky mengakhiri percakapan. (mdk/gil)

Baca juga:
VIDEO: Terlalu Mirip Polisi, Mabes Polri Siapkan Warna Baru Seragam Satpam
Berdampak Positif, Seragam Satpam Mirip Polisi Diminta Dipertahankan
Satpam Lulusan S1 Ingin Wujudkan Mimpi Jadi Perwira Polisi Usai Didatangi Jenderal
VIDEO: Satpam Didatangi Kapolda Metro Ingin Sekolah Polisi, Lulus Langsung Perwira
Cerita di Balik Sikap Ramah Satpam Bank
Identik dengan Polri & Buat Bingung Masyarakat, Seragam Satpam Diubah jadi Warna Krem
Seragam Satpam Ganti Lagi, Komisi III Ingatkan Polri Jangan Terburu-buru

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami