Cerita Nata Sutisna Peraih Beasiswa Kuliah Kesulitan Berangkat ke Tunisia

PERISTIWA | 9 November 2019 00:06 Reporter : Bram Salam

Merdeka.com - Nata Sutisna (18) pemuda asal Desa Selaawi Kecamatan Pasawahan Kabupaten Purwakarta, yang mendapat beasiswa dari Perguruan Tinggi Tunisia, Institut Superieur De Le Civilisation Islamique de Turnis ramai jadi perbincangan. Terlebih tersiar kabar bahwa permohonan dukungan pemuda untuk berangkat ke Tunisia itu ditolak Pemkab Purwakarta, Disdik Purwakarta serta Pemprov Jabar.

Ketika dikonfirmasi, Nata menyayangkan informasi tersebut. Bahkan dia membantah adanya penolakan dari pihak Pemkab dan Disdik Purwakarta.

"karena mepet saya langsung ingin bertemu, tidak ada kata menolak, karena memang saya tidak bertemu," ujar Nata di Purwakarta, Jumat (8/11).

Kedatangannya ke Pemkab Purwakarta dan Disdik Purwakarta, diakuinya untuk meminta bantuan dikarenakan waktu keberangkatannya yang mepet yaitu sekitar tanggal 14 November 2019.

"Kedatangan waktu itu memang inisiatif baik ke Pemda maupun ke Disdik, baik dengan Ibu Bupati dan Pak Kadis memang tidak bertemu," jelasnya.

Sedangkan menurut Kadisdik Purwakarta, permasalahan yang dihadapi Nata bukan kewenangannya, karena Disdik hanya mengurusi TK, SD, SMP dan PNF. Karena bukan wewenangnya, maka pihaknya tidak bisa menganggarkan untuk perencanaan.

"Kita semua kan tahu bagaimana sistem anggaran hari ini begitu ketat dan harus masuk segala kegiatan dalam perencanaan tahun sebelumnya. Kalau pun kita bantu ya itu berasal dari uang-uang pribadi dermawan," jelas Purwanto.

Baca juga:
VIDEO: Lebih Dekat Dengan Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia
Rektor Termuda Risa Santoso Ternyata Ahli Aikido
Berkenalan Dengan Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia
Hotel Karya Pengusaha Asal Surabaya Ini Jadi Paling Diminati di Australia
Anak Jadi Bupati di NTT, Orang Tua Tetap Bertani dan Jualan Ternak di Pasar
Inspiratif, PNS Ini Temukan Glaucoma Implant Harga 10 Kali Lipat Lebih Murah

1 dari 1 halaman

Pemda Tidak Bisa Banyak Membantu Nata

Bahkan kedatangan Nata kepada Bidang Pendidikan Pemprov Jabar pun sama, hal itu harus jadi kajian di Pusat, ketika daerah menghadapi kasus seperti Nata.

"Bahkan kedatangan Nata ke Pemprov pun akan menghadapi hal yang sama, mudah-mudahan dengan sistem ke depan bisa mengantisipasi hal-hal seperti ini," katanya.

Untuk mengurangi beban Nata, pihaknya bersama guru dan kepala sekolah se-Purwakarta sudah mengumpulkan donasi untuk Nata yang sudah terkumpul Rp15 Juta.

"Alhamdulilah pejabat, Kepsek staf dan guru-guru kita sementara dapat mengumpulkan infak sebesar Rp15 juta," katanya.

Sebelumnya viral di sosial media, jika Nata tidak mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Sedangkan Nata sangat membutuhkan biaya untuk berangkat ke Tunisia. Di lama media sosial, netizen bahkan sempat beramai ramai menyebar konten tentang pemuda 18 tahun tersebut. (mdk/cob)

Baca juga:
VIDEO: Lebih Dekat Dengan Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia
Rektor Termuda Risa Santoso Ternyata Ahli Aikido
Berkenalan Dengan Risa Santoso, Rektor Termuda di Indonesia
Hotel Karya Pengusaha Asal Surabaya Ini Jadi Paling Diminati di Australia
Anak Jadi Bupati di NTT, Orang Tua Tetap Bertani dan Jualan Ternak di Pasar
Inspiratif, PNS Ini Temukan Glaucoma Implant Harga 10 Kali Lipat Lebih Murah