Cerita Para Pandai Besi Asal Kampar Hadapi Pandemi

Cerita Para Pandai Besi Asal Kampar Hadapi Pandemi
PERISTIWA | 11 November 2020 00:32 Reporter : Abdullah Sani

Merdeka.com - Setiap tahunnya, tanggal 10 November diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pada momen ini, bangsa selalu diingatkan akan perjuangan para pahlawan terdahulu mengusir penjajah. Meski kini telah berganti zaman, namun nilai-nilai kepahlawanan tersebut masih terus relevan terutama dengan beragam tantangan yang muncul setelah pandemi Covid-19 melanda.

Berjuang saat ini tidak hanya dimaknai dengan mengangkat senjata, akan tetapi memiliki arti yang luas. Seperti yang bisa ditemukan di sebuah Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Permukiman ini dikenal sebagai Kampung Pandai Besi, lantaran mayoritas warganya berprofesi sebagai pandai besi. Salah satunya adalah Abbas (77).

Abbas tak bergeming meski harus dikelilingi panasnya bara dan percikan api yang melenting. Sesekali dia menyeka butiran keringat yang membasahi lembah-lembah tajam di keningnya. Abbas adalah salah satu pandai besi paling senior di sana.

Abbas layak disebut sebagai 'pahlawan' karena dedikasi dan semangatnya menularkan ilmu pandai besi di kampung itu. Kini, Abbas menjadi pandai besi paling senior di kampung yang dihuni 250 pandai besi di sana.

Kiprahnya begitu lama. Sejak Sekolah Rakyat, dia telah menasbihkan dirinya sebagai pandai besi, sekitar tahun 1960-an. Abbas saat ini menjadi kepala tukang. Jabatan setingkat lebih tinggi dari pandai besi yang bernaung di bawah kelompok industri kecil menengah (IKM) Rumbio Jaya Steel, Kampar.

Meski berusia senja, Abbas tak mengeluh dengan pekerjaannya yang menguras tenaga. Dia justru bersyukur usaha pandai besi yang berjalan puluhan tahun dan diwariskan turun temurun masih berjalan di tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Bahkan berkat kerja keras dia dan ratusan pandai besi lainnya, ekonomi kampung yang mayoritas mengandalkan dari tukang pukul baja itu terus terjaga.

"Alhamdulillah ekonomi di kampung kami ini masih terus berjalan dengan baik meski saat ini tengah pandemi," kata kakek yang telah memiliki 13 cucu itu.

Rumbio Jaya Steel atau RJS merupakan kelompok IKM yang khusus memproduksi alat-alat pertanian, terutama perkebunan sawit. Perjuangan Abbas tak sendiri. Ada sosok sentral lainnya, Syarial (40), ketua produksi IKM RJS. Senada dengan Abbas, dia mengatakan usaha pandai besi itu sejatinya telah ada sejak 60 tahun silam.

Meski telah lama berdiri, Syarial menuturkan baru setahun terakhir mereka membentuk kelompok IKM. Sebelumnya, para pandai besi hanya beraksi di masing-masing rumah mereka. Hingga akhirnya, kampung itu dijuluki Kampung Pandai Besi.

"Ada tiga desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi pandai besi. Selain Desa Teratak, ada juga Desa Simpang Petai dan Pulau Payung. Seluruhnya berada di Kecamatan Rumbio Jaya," kata Abbas.

Selama ini, mereka memasarkan sendiri produk hasil pandai besinya. Bahkan, mereka pernah mengirim hingga ke Kalimantan, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya di Sumatera. Namun, pesanan tersebut tak menentu.

Namun, di awal 2020, IKM RJS dilirik PT Perkebunan Nusantara V. Perusahaan milik negara yang bergerak di bidang agroindustri perkebunan sawit dan karet dengan luas areal mencapai 78.000 hektare tersebut sepakat membeli alat-alat panen sawit dan karet senilai lebih dari Rp1,6 miliar.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan kontrak pertama yang dilaksanakan pada Februari 2020 lalu. Kontrak pertama itu menjadi titik balik IKM RJS. Mereka kini terus berkembang saat sebagian besar dunia usaha diselimuti kebimbangan.

"PTPN V sangat membantu karena pesannya awal pandemi. Banyak orderan, kami jadi tertolong," kata Desrico Apriyus, Kepala Pemasaran RJS.

Dia mengatakan saat ini seluruh pandai besi di kampung itu, termasuk yang bekerja di sentra IKM RSJ tengah mengerjakan pesanan senilai miliaran rupiah. Alhasil, warga di sana pun mendapatkan pendapatan tetap hingga lebih Rp 6 juta per bulan. Angka itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari di desa yang berlokasi persis di bibir Sungai Kampar tersebut.

Desrico mengatakan, selain membawa dampak langsung ke pendapatan warga, ternyata PTPN V juga turut mengangkat citra RJS. Desrico yang merupakan satu-satunya pengurus bergelar sarjana ekonomi itu mengatakan PTPN V tidak hanya sekedar membeli peralatan. Namun juga turut membantu mempromosikan produk-produk RJS hingga tingkat nasional.

"Di awal tahun ini, PTPN V mempromosikan langsung produk kami di depan Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziah saat peringatan Bulan K3 di Pekanbaru. Lalu, belum lama ini kami juga diundang langsung untuk memperkenalkan produk kami di depan Ketua DPD RI Bapak La Nyalla Mattalitti," urainya.

Selain itu, Rico mengatakan PTPN V juga kerap memfasilitasi RJS untuk ikut dalam kegiatan pelatihan dan pameran. Dukungan itu membuat RJS semakin dikenal bahkan kini mulai kebanjiran pesanan. "Nama kami jadi dikenal dan sekarang ada lima perusahaan perkebunan lainnya yang juga telah memesan," kata dia.

Selain penjualan secara langsung, RJS juga menjual produk hasil tani mereka melalui daring. Langkah itu ditempuh sebagai bagian untuk mendorong usaha itu sentra pengrajin besi di desa tersebut berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Masandri, bapak dua anak yang juga memiliki keturunan bakat pengrajin besi dari kakeknya tersebut mengatakan saat ini pikirannya lebih tenang dengan dibentuknya IKM RJS. Terlebih, pesanan PTPN V telah menjamin pendapatan masyarakat setempat yang 70 persennya mencari nafkah sebagai pandai besi.

"Saya sangat bersyukur dapur tetap ngepul. Kebutuhan masih tercukupi. Saya berterimakasih kepada PTPN V karena telah mempercayakan pengadaan alat panen ini kepada kami," kata Masandri yang juga kepala tukang dan memiliki lima anggota tersebut.

Di tempat terpisah, CEO PTPN V Jatmiko K Santosa, menjelaskan bahwa pihaknya mempercayakan RJS sebagai pemasok alat-alat panen tersebut karena kualitas para pandai besi yang mampu memenuhi standar nasional dan ekspektasi Perusahaan.

Selain itu, Jatmiko menyebut hal tersebut juga merupakan wujud komitmen BUMN yang bergerak di sektor perkebunan sawit dan karet ini untuk mendukung program pemerintah agar mendongkrak perekonomian rakyat di tengah pandemi.

"Kami telah melaksanakan kontrak pengadaan senilai Rp1,6 miliar dengan Rumbio Jaya Steel sebagai wujud kehadiran kami untuk terus tumbuh dan mensejahterakan masyarakat," kata Jatmiko.

Lebih jauh, Jatmiko menjelaskan melalui kemitraan yang dibangun PTPN V telah memberikan multiplayer effect kepada RJS sehingga mereka mendapatkan kepercayaan dari perusahaan perkebunan swasta untuk turut membeli produk lokal. (mdk/cob)

Baca juga:
Pengrajin besi terancam tutup tak ada regenerasi
Meratapi pandai besi tradisional kian tersisihkan
Pandai Besi gelar mini tur di Solo dan Yogyakarta
Menengok aktivitas pandai besi di tengah gempuran barang pabrikan
Kisah pandai besi di Sudan membuat gelang dari selongsong peluru
Pandai besi,

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami