Cerita penerima beasiswa Dikti terancam dicabut visanya

PERISTIWA | 9 September 2014 15:03 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - "Keterlambatan yang selalu berulang ini tak hanya menyulitkan hidup para penerima beasiswa saja, tapi juga mempermalukan nama Negara Republik Indonesia di perguruan tinggi di mancanegara."

Keluhan di atas merupakan curahan hati salah seorang penerima beasiswa Ditjen Dikti Kemendikbud. Memasuki tahun kedua tinggal di negeri orang dengan menggantungkan hidup dari dana beasiswa membuatnya ketar-ketir. Apalagi untuk term-2/2014, keterlambatan sudah dua bulan lebih.

"Banyak penerima beasiswa yang sampai hari ini, pembimbingnya belum menerima email dari Dikti, padahal sudah mengirimkan email dari pembimbing sesuai jadwal," kata salah satu penerima beasiswa yang berkuliah di universitas di kawasan Asia ini dalam perbincangan dengan merdeka.com, Selasa (9/9).

Berbagai keluhan dan pertanyaan pun dilontarkan di forum penerima beasiswa karena belum bisa melunasi tuition fee. Dari yang tidak bisa menikmati fasilitas kampus, hingga terancam dibatalkan enrollment (pendaftaran) yang bisa berujung pada pencabutan visa studi.

Berikut beberapa keluhan yang muncul di forum penerima beasiswa yang hingga kini tidak mendapat tanggapan: (identitas sengaja disamarkan).

Yth Pengelola BPP-LN

Saya karyasiswa angkatan 2013, studi di Australia. Hari ini (Jumat 18/7/2014) saya dan teman2 DIKTIERS mendapat email "ancaman" cancelation of enrollment karena kami belum bayar TF (tuition fee) yg jatuh tempo pada hari ini.

Kami diberikan batas waktu sampai tgl 15 Agustus utk menyelesaikan pembayaran. Jika tidak maka enrollment kami akan dicancel dan berdampak pada dicancelnya juga visa kami.

Mohon saran atau tanggapan dari Ibu Fine, Ibu Citra, dan para Pengelola BPPLN Dikti lainnya.

Terima kasih

Ada juga keluhan penerima beasiswa Dikti yang tak bisa memakai fasilitas kampus gara-gara belum bayaran:

Kepada yang terhormat pengelola beasiswa dikti,

Bersama ini saya sampaikan bahwa beberapa hari yang lalu kami mendapat tagihan untuk segera register. Jika tidak, segala akses (dalam hal ini seluruh pelayanan kampus menggunakan link pegasus) dihentikan. Kebetulan karena keadaan tersebut agak menyulitkan saya dalam menggunakan fasilitas kampus seperti memprogram mata kuliah, memproses personal statement, dll.

Karena segala pelayanan kampus menggunakan pegasus untuk proses administrasi dan akademiknya. Selain itu, sebagai pemberitahuan, kami di UK, program PhD angkatan 2013 harus menempuh 60 kredit perkuliahan. Jadi entahlah saya bingung tidak bisa memprogram mata kuliah.

Sepertinya akses yang dihentikan tersebut dikarenakan Tuition fee yang belum dibayarkan. Bagaimana pendapat bapak & ibu pengelola? apa yang harus dilakukan menghadapi permasalahn tersebut? :'(

Mungkin demikian yang dapat saya sampaikan, mohon maaf jika terdapat kata2 yang tidak berkenan. Terimakasih atas perhatiannya.

"Sayangnya hingga hari ini keluhan-keluhan di atas, tak ada tanggapan pula," ujar sumber merdeka.com. (mdk/bal)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.