Cerita Pengrajin Barongsai dan Naga Liong Kebanjiran Order Jelang Imlek

PERISTIWA | 22 Januari 2020 05:30 Reporter : Habib Awwaludin

Merdeka.com - Perayaan Hari Imlek 2020 di depan mata. Sejumlah penampilan atraksi barongsai dan naga liong selalu menjadi tontonan warga yang dinanti. Pengrajin barongsai dan naga liong pun ikut ketiban rezeki.

Seperti yang di alami Lily Hambali, seorang warga Jalan Roda, Kampung Lebak Pasar RT 03 RW 03, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor. Ia mengaku sedikit kewalahan untuk menuruti permintaan konsumen yang terlalu banyak. Bahkan, ada beberapa permintaan yang ditolak demi hasil yang memuaskan.

Menurutnya, banyak kendala-kendala yang dihadapi saat membuat satu set barongsai dan naga liong. Seperti contohnya harus menunggu bahan-bahan yang didatangkan dari luar negeri.

"Pasti dari bahan bahan bakunya ya kayak aksesorisnya, bulu-bulunya tuh banyak yang impor itu kalau kayak begitu enggak ada di Indonesia jadi semuanya di sini barang impor dari luar kan agak agak susah," ujar Lily di halaman rumahnya tempat ia mengerjakan, Selasa (21/1)

Selain bahan-bahan dasarnya yang impor, kesulitan lain yang dialami Lily saat membuat kerajinan itu adalah faktor cuaca yang tidak menentu karena harus butuh sinar matahari untuk menjemur kain setelah di sablon dan menjemur kepala barong yang telah di cat dan di pernis.

"Kadang kesulitan lain di cuacanya mas, soalnya cuaca-cuaca enggak nentu badannya kan disablon apalagi cuaca di Bogor lama kering jadi enggak bisa diburu-buruin mas," ucapnya.

Lily juga menambahkan kalau ia membuat barongsai dan naga liong tidak pada waktu imlek saja, karena selalu mendapatkan pesanan. Tak hanya bikin barongsai dan liong, Lily juga mempunyai sebuah grup untuk penampilan atraksi yang di sewakan.

Undangan untuk atraksi tersebut kebanyakan dari daerah Jakarta, seperti tanggal 24 dan 25 Januari mendatang, grup Lily akan tampil di Grand Hyatt dan Central Park Jakarta.

1 dari 1 halaman

Omzet Rp100 Juta Per Tahun

Lily mengaku mendapat omzet kurang lebih Rp100 juta per tahunnya. Lily memulai karier sebagai pengrajin mulai tahun 2000 semenjak Presiden Abdurrahman Wahid melegalkan Hari Raya Imlek di Indonesia.

Proses pembuatan satu set barongsai bisa mencapai 2 minggu sedangkan pembuatan naga liong 1 bulan lebih. Satu set barongsai dibandrol seharga Rp5,5 Juta. Untuk satu set naga liong seharga Rp7-8 juta.

Tak sendirian, Lily mempunyai 6 pekerja tetap untuk membantunya menyelesaikan berbagai macam pesanan. Salah satunya adalah Iwan. Iwan menjadi pengrajin barongsai sejak pertama Lily menitihkan kariernya.

Iwan mengakui bahwa pekerjaan yang ia lakukan sekarang tidak pernah terbayangkan. Karena menurutnya menjadi pengrajin tidak bisa dijadikan sebagai pekerjaan tetap sehari-harinya.

"Saya pikir menjadi pengrajin kayak begini cuma sementara mas, tetapi semenjak banyaknya pesanan saya menjadikan ini sebagai pekerjaan tetap saya," ucap Iwan.

Dengan harga satu set barongsai dan naga liong tersebut pengrajin Lily Hambali mampu meraup sekitar 100 juta per tahunnya. Ia menambahkan kalau hasil dari penjualannya akan diputar kembali untuk membeli bahan-bahan yang didatangkan dari luar negeri.

"Sebenarnya tidak pernah ngitung ya mas, karena ketika ada hasil penjualan selalu diputar lagi. Kira-kira ada lah Rp100 juta per tahunnya," ujar Lily. (mdk/eko)

Baca juga:
Intip Pembuatan Ikan Rebus, Makanan Populer di Vietnam Saat Imlek
Potret Lelah Pemudik Imlek di Stasiun Kereta Api China
Imlek, Permintaan Jeruk Kimkit Meningkat
Melihat Pembuatan Barongsai dan Liong di Bogor
Kuburan China yang Terabaikan
Jelang Imlek, Bunga Meihua Mulai Diserbu Pembeli

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.