Cerita Peserta Difabel Ikuti UTBK di Universitas Brawijaya

Cerita Peserta Difabel Ikuti UTBK di Universitas Brawijaya
Peserta difabel didampingi saat UTBK di Universitas Brawijaya. ©2022 Merdeka.com/Istimewa
NEWS | 19 Mei 2022 15:37 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) di Universitas Brawijaya (UB) diikuti tujuh peserta difabel. Lima peserta tunadaksa mengikuti tes pada sesi pertama, Selasa (17/5) sedangkan dua peserta low vision mengikuti tes pada Kamis (19/5).

"Peserta difabel diberikan tempat ujian khusus di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) dan Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), dilengkapi fasilitas aksesibilitas bagi difabel," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Prof Dr drh Aulanni’am DES, Kamis (19/5).

Sementara peserta difabel low vision selama pengerjaan didampingi petugas yang membantu membacakan soal. Pendamping juga menginput jawaban melalui komputer sesuai jawaban yang diberikan peserta.

2 dari 3 halaman

Atur Waktu Hadapi Soal yang Panjang

Iva Salsabila, seorang peserta difabel low vision mengaku harus mengatur waktu yang disediakan dengan soal yang panjang. Tetapi secara umum tidak mendapatkan kesulitan berarti.

"Alhamdulillah tidak kesulitan, tetapi harus berburu dengan waktu karena banyak soal dengan bacaan yang panjang," ungkapnya.

Iva menambahkan, akses menuju lokasi ujian dapat dijangkau dengan mudah dengan denah dan petunjuk yang tersedia. Selain itu juga dibantu oleh para tenaga pendamping.

"Mencari lokasi ujian cukup mudah, dan dengan adanya bantuan pendamping sangat memudahkan sekali," kata lulusan SMAN 1 Bululawang, Malang.

3 dari 3 halaman

Dimudahkan Fasilitas Virtual

Senada dengan Iva, Dewinta Sasi Kirana mengaku mendapatkan kemudahan selama pelaksanaan UTBK. Perempuan lulusan SMAN 1 Gondanglegi, Malang, itu juga mengaku dimudahkan dengan fasilitas virtual.

"Sebelumnya, saya sudah persiapan dari rumah dengan melakukan pengecekan lokasi secara virtual melalui laman Selma. Ketika datang di UB langsung diarahkan oleh petugas, sehingga tidak kesulitan mencari lokasi," ujar Dewinta yang memilih jurusan Pendidikan Sosiologi dan Pendidikan IPS di Universitas Negeri Malang (UM).

UTBK di UB dilaksanakan dengan mematuhi protokol kesehatan. Peserta diwajibkan memakai masker, sarung tangan, dan menjaga jarak. Petugas juga melakukan sterilisasi ruangan dan menyediakan fasilitas cuci tangan.

(mdk/yan)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami