Cerita Peternak: 10 Sapi Kena PMK, Girang yang Mati Diganti Rp10 Juta

Cerita Peternak: 10 Sapi Kena PMK, Girang yang Mati Diganti Rp10 Juta
Mahasiswa IPB merawat sapi perah terkena PMK. ©2022 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 25 Juni 2022 21:34 Reporter : Randy Ferdi Firdaus

Merdeka.com - Peternak di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah menyambut baik rencana pemerintah memberikan bantuan Rp10 juta per ekor sebagai ganti ternak yang harus dimusnahkan karena penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Saya menyambut baik jika ada program pemerintah mengganti hewan ternak milik petani yang mati karena PMK. Kasihan para peternak sapi wabah PMK butuh bantuan dari pemerintah," kata peternak sapi di Dukuh Kembangsari, Desa Madu, Kecamatan Mojosongo, Triyanto, di Boyolali, dikutip dari Antara, Sabtu (25/6).

Dia mengaku memiliki 10 ekor sapi perah yang positif PMK. Di antaranya satu ekor anakan dengan usia dua minggu mati.

Dia berharap, pemerintah bukan hanya memberikan bantuan terkait sapi yang mati. Akan tetapi, juga ada bantuan langsung tunai seperti halnya dalam penanganan pandemi Covid-19.

Penularan PMK, kata dia, membuat kondisi ekonomi peternak lebih sulit ketimbang saat pandemi Covid-19.

Dia setuju pemusnahan sapi terkena PMK dengan kondisi parah, untuk selanjutnya ada penggantian Rp10 juta per ekor.

Dia menyatakan, tidak setuju sapi positif PMK yang sebenarnya masih bisa diobati. Namun malah dimusnahkan, semata-mata untuk mendapatkan penggantian Rp10 juta tersebut.

2 dari 4 halaman

Belum Ada Petunjuk Teknis

Bupati Boyolali M. Said Hidayat menjelaskan, hingga saat ini belum ada petunjuk teknis dari pemerintah pusat terkait dengan bantuan penggantian sapi yang dimusnahkan karena PMK, terutama milik peternak UMKM tersebut.

Pemkab Boyolali akan melihat petunjuk teknis terlebih dahulu untuk mendukung program pemerintah pusat itu.

Hingga saat ini, pemkab setempat masih fokus penanganan dan pendataan terkait dengan antisipasi penyebaran PMK makin luas.

Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Boyolali secara bertahap mendapatkan bantuan vaksinasi dari pemerintah pusat guna mengatasi wabah PMK tersebut, dengan tahap pertama 1.900 dosis vaksin.

3 dari 4 halaman

Disnakan setempat sudah diminta mengagendakan vaksinasi kepada hewan ternak di daerah prioritas. Vaksinasi ternak disesuaikan jumlah vaksin yang diterima dengan melaksanakan skala prioritas terlebih dahulu.

Selama vaksinasi, kata dia, operasional pasar hewan masih ditutup, untuk meminimalisasi penyebaran PMK.

Dia meminta masyarakat, khususnya peternak, bersabar dan bersama pemerintah mencari solusi atas wabah PMK.

Dia mengharapkan, para peternak tidak terlebih dahulu membeli hewan ternak dari luar Boyolali guna mencegah penularan PMK makin luas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pemerintah akan menyiapkan dana ganti rugi atas sapi-sapi peternak yang dimusnahkan karena PMK. Dana ganti rugi itu, Rp10 juta per sapi, terutama untuk peternak UMKM.

4 dari 4 halaman

Program Menko Perekonomian

Pemerintah akan mengganti rugi setiap sapi milik peternak UMKM yang dimusnahkan paksa akibat tertular wabah penyakit mulut dan kuku (PMK). Sebagai gantinya, pemerintah akan memberi Rp10 juta per ekor kepada peternak.

"Terkait dengan pergantian terutama terhadap hewan yang dimusnahkan ataupun dimatikan paksa, pemerintah akan menyiapkan ganti terutama untuk peternak UMKM itu sebesar Rp10 juta rupiah per sapi," kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

Airlangga melanjutkan, terkait penanganan wabah PMK, pemerintah akan melarang hewan hidup terutama sapi untuk bergerak di daerah yang terdampak PMK atau disebut daerah merah. "Daerah merah ini ada di 1.765 dari 4.614 kecamatan atau di 38 persen. selurunya detil nanti akan dimasukkan dalam Inmendagri," katanya.

Pemerintah juga akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PMK yang akan dipimpin oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

"Kemudian juga disetujui untuk pengadaan vaksin yang khusus untuk tahun ini, itu sekitar 28 atau 29 juta dosis dan seluruhnya akan dibiayai dengan dana dari KPCPEN," ungkap Airlangga. (mdk/rnd)

Baca juga:
Wabah PMK Meluas, Salim Segaf Minta Kader PKS Bantu Peternak
Heboh Puluhan Bangkai Kambing Dihanyutkan ke Sungai, Ini Dampaknya Bagi Lingkungan
Pemerintah Setujui Pengadaan 29 Juta Dosis Vaksin PMK Pakai Anggaran PEN
Mentan Syahrul Ungkap 180.000 Sapi di Indonesia Terjangkit PMK
Vaksinasi PMK di Pusat Sapi Perah Terbesar di Bogor

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini