Cerita Polwan Beragama Kristen di Kupang Jadi Ibu Asuh Puluhan Bintara Muslim

Cerita Polwan Beragama Kristen di Kupang Jadi Ibu Asuh Puluhan Bintara Muslim
Aiptu Ona Pattipeilohy bersama anak asuhnya. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 1 September 2021 17:07 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - Seorang Polisi Wanita (Polwan) di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Aiptu Ona Pattipeilohy, benar-benar mengaplikasikan nilai-nilai toleransi. Perempuan yang menganut agama Kristen Protestan ini rela menjadi ibu asuh puluhan bintara Polri beragama Islam.

Rumah yang didiami Aiptu Ona di Jalan Kancil, Kelurahan Bakunase I, Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang kini dihuni puluhan bintara Polri dari berbagai daerah di Pulau Jawa. Ada yang berasal dari Jakarta, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Seluruhnya beragama Islam.

Perbedaan keyakinan dan suku ini tidak menjadi sekat bagi Aiptu Ona dan anak-anak asuhnya. Polwan senior ini membebaskan puluhan bintara remaja itu beraktivitas sesuai dengan keyakinan masing-masing.

"Di rumah saya ada salib, tapi saya bebaskan anak-anak asuh menggunakan rumah saya untuk mengaji dan menggelar kegiatan agama muslim," ungkap Aiptu Ona di Mapolda NTT, Rabu (1/9).

cerita polwan beragama kristen di kupang jadi ibu asuh puluhan bintara muslim
Aiptu Ona Pattipeilohy ©2021 Merdeka.com


Aiptu Ona menyadari anak-anak asuhnya yang masih remaja jauh dari bimbingan orang tua, sehingga akan sangat rentan terpengaruh pergaulan. Agar mereka tidak salah jalan dan menjadi polisi teladan, dia tak lelah membimbing mereka. "Maka dari itu penebalan iman perlu dilakukan melalui kegiatan keagamaan masing-masing," tandasnya.

Aiptu Ona yang juga eks anggota BNN Provinsi NTT ini berharap, anak-anak asuhnya disiplin tugas dan beriman, sehingga menjadi polisi yang teladan dan presisi.

"Saya ingin membangun toleransi dan membentuk karakter anak asuh saya, apalagi mereka masih remaja dan jauh dari orang tua," ujarnya.

Sebagai senior, Aiptu Ona merasa terpanggil untuk mengajarkan toleransi pada para bintara Polri ini. "Saya ingin menunjukkan bahwa NTT adalah daerah toleransi. Tetangga saya semuanya muslim. Jadi kalau saya buat pengajian di rumah, mereka pun saya perbolehkan ikut tapi tetap dengan protokol kesehatan yang ketat," pungkas mantan Kanit PPA satuan Reskrim Polres Kupang Kota ini.

Aiptu Ona menggelar pengajian rutin bagi para anak-anak asuh dan rekan, maupun para tetangga, di rumahnya. Dia selalu berkoordinasi dengan ustaz di Masjid Bakunase untuk memimpin kegiatan itu.

cerita polwan beragama kristen di kupang jadi ibu asuh puluhan bintara muslim
Pengajian di kediaman Aiptu Ona Pattipeilohy. ©2021 Merdeka.com

Sudah dua tahun terakhir Aiptu Ona menjalankan peran sebagai ibu asuh bagi para bintara Polri dari luar wilayah NTT.

"Saya merangkul mereka karena mereka jauh dari keluarga dan agar mereka tidak salah jalan, apalagi mereka masih usia remaja sehingga perlu dirangkul dengan hal positif. Saya bersyukur puluhan anak asuh saya taat beragama dan tidak membuat pelanggaran saat bertugas," tandasnya.

Suatu waktu, Aiptu Ona merayakan ulang tahun salah seorang bintara Polri asal Jawa Timur yang tinggal di rumahnya. Saat itu Ustaz Handi Bandi dari Jawa Barat yang sedang bertandang ke rumah tetangganya diundang untuk memimpin pengajian di rumah.
Ustaz Handi terharu dengan pelayanan Aiptu Ona yang menjunjung tinggi toleransi. Dia juga memuji sikap perempuan yang mengikhlaskan rumahnya untuk meningkatkan toleransi.

Senior Polwan yang juga Pakor Polwan di Polda NTT, AKBP Helen Pattikawa mengapresiasi dan memuji sikap toleransi Aiptu Ona. "Ada toleransi, kepedulian dan empati dari Aiptu Ona karena tidak semua orang punya rasa itu," ujar Kabag Watpers Biro SDM Polda NTT ini.

Helen menilai Aiptu Ona memiliki kepedulian untuk membimbing dan membina junior. "Ini bukti bahwa Polwan memberi yang terbaik," tambahnya.

Dia berharap Polwan membuktikan kemampuannya karena pimpinan Polri selama ini sudah menerapkan aspek kesetaraan, di mana Polwan pun diberikan jabatan yang sama dengan polisi pria.

"Memberikan toleransi jarang tetapi karena keterpanggilan dan rasa empati, maka kehadiran Aiptu Ona mampu menciptakan suasana toleransi dengan tidak membedakan agama, suku dan ras. Tindakan ini memberi rasa aman," tutup Helen. (mdk/yan)

Baca juga:
Cerita Suka Duka 8 Personel Polda Banten Jalankan Misi Perdamaian di Sudan
Istimewanya Kedai Kopi Pensiunan Pati Polri, Tamunya Para Jenderal Polisi dan TNI
VIDEO: Kesabaran Dua Polisi Hadapi Bang Jago, Tetap Tenang Meski Dapat Pukulan
Heboh, Polwan Cantik Rela Hujan-hujanan Atasi Kemacetan di Sitinjau Lauik
Kapolda Banten Beri Bantuan Bapak Keliling Rumah Warga Minta Seragam Sekolah Bekas
Cucu Eks Kapolri Pernah jadi Paskibraka di Istana, Ini Potret Ganteng Saat Berseragam

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami