Cerita Shinta Nuriyah Wahid Sahur Bersama Warga Tak Mampu, di Kolong Hingga Pasar

PERISTIWA | 29 Mei 2019 10:40 Reporter : Lia Harahap

Merdeka.com - Selama bulan puasa, Shinta Nuriyah Wahid, istri Presiden ke 4 RI, Abdurrahman Wahid, rutin menyapa warga. Setiap hari, Shinta mengajak para duafa dan kaum terpinggirkan melakukan buka puasa bersama.

Kegiatan menyapa warga masih terus dia lakukan sampai saat ini. Hanya waktunya diubah, kali ini Shinta memilih bersantap bersama warga tak mampu.

"Kalau buka bersama itu kan bersama-sama membatalkan puasa, kalau sahur artinya bersama-sama mengajak orang berpuasa. Jadi daripada mengajak orang membatalkan puasa, saya sekarang memilih mengajak orang puasa. Kalau sahur bersama artinya kan saya mengajak orang besok berpuasa. Perkara besok setelah sahur bersama mereka puasa atau tidak, bukan urusan saya, yang penting saya sudah mengajak," kata Shinta saat sahur bersama masyarakat di pendopo Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (29/5) dini hari.

Shinta tampak didampingi Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Dandim Bondowoso Letkol Inf Tarmuji, Kapolres Bondowoso AKBP Febriansya dan sejumlah anggota Forkopimda itu juga mengemukakan alasan lainnya memilih kegiatan sahur keliling.

y

Itu sebabnya, Shinta memilih berbaur bersama masyarakat miskin di sejumlah daerah saat sahur. Mulai kuli bangunan, abang becak, pengamen dan lainnya.

Untuk lokasinya, lanjut Shinta, berbeda-beda. Kadang di pasar, pinggir jalan bahkan pernah di kolong jembatan. (mdk/lia)

Baca juga:
Istri Alm. Gus Dur Ajak Masyarakat Maknai Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Kerukunan
Putri Sulung Gus Dur: Pemilu Bukan Hari Kiamat, Jangan Bawa-Bawa Agama
Kesederhanaan Tokoh-Tokoh Agama Berpengaruh di Indonesia, Patut Dicontoh
Ziarah ke Makam Gus Dur, Habib Salim Laporkan Perkembangan PKS ke Gus Solah
Puluhan Ribu Orang Ikut Haul Gus Dur di Solo, Ibunda Jokowi Tampak Hadir
Alissa Wahid: Biarkan Masyarakat Menilai Dhani Cocok Disebut Gusdurian atau Tidak
Mengenang Peran Besar Gus Dur Bagi Perayaan Imlek dan Cap Go Meh

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.