Cerita Tiga Sekjen PDIP Soal Megawati Kerap Bicara Politik Hijau

Cerita Tiga Sekjen PDIP Soal Megawati Kerap Bicara Politik Hijau
Tiga Sekjen PDIP. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 21 Februari 2021 04:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tiga Sekjen PDI Perjuangan sejak tahun 2005 hingga saat ini, memberikan testimoni tentang politik hijau yang mencintai lingkungan hidup di partai berlambang kepala banteng itu.

Mereka adalah Pramono Anung Wibowo yang menjabat sekretaris jenderal DPP PDIP dari tahun 2005 sampai 2010, lalu Tjahjo Kumolo (2010-2015), dan Hasto Kristiyanto (2015-sekarang). Ketiganya mengakui bahwa Ketua Umum Megawati Soekarnoputri selalu berbicara mengenai politik hijau yang bertujuan menjaga lingkungan hidup Indonesia.

"Jadi jarang sekali seorang tokoh sekaligus ketua umum partai kemudian pernah menjadi presiden, menjadi wakil presiden, yang begitu cinta akan tanaman dan cinta akan alam dan lingkungannya. Saya masih ingat ketika partai-partai belum ada namanya Badan Penanggulangan Bencana, Ibu Mega-lah yang pertama kali, mencanangkan, membentuk Baguna. Baru setelah itu partai lain mengikuti," kata Pramono Anung dalam diskusi virtual bertajuk Politik Hijau PDI Perjuangan, pada Sabtu (20/2).

Dari pengalamannya bersama Megawati, Pram mengaku kecintaan pada lingkungan itu tampaknya karena Megawati ditempa langsung oleh ayahandanya, Bung Karno.

"Tidak banyak partai politik misalnya menginisiasi menanam pohon, membersihkan sungai, kemudian hal-hal yang berkaitan dengan penghijauan. Dan Ibu Mega bukan hanya mengerti, tapi benar-benar memahami," ujar Pram.

Sementara Tjahjo Kumolo mengaku intensif berkomunikasi dengan Megawati sejak 1997. Dan sejak awal, soal lingkungan hidup menjadi bahasan utama oleh Megawati dalam setiap pengkaderan. Dalam aktivitas sehari-hari, seperti saat makan sekalipun, Megawati selalu menyelipkan diskusi soal lingkungan hidup.

"Hal-hal yang menjadi contoh alam yang menjadi bagian yang dipikirkan Ibu Mega dalam konteks lingkungan hidup. Masalah bagaimana sungai tidak tercemar, membangun kebun raya sekecil apapun, kemudian menginventarisasi tanaman langka, dibuat obat, dibuat jamu. Inilah yang saya kira, tidak ada seorang presiden yang saya kira memberi perhatian khusus kepada lingkungan hidup sebanyak Ibu Mega," ungkap Tjahjo.

Sedangkan Hasto mengatakan dirinya sejak awal sudah belajar banyak dari Pramono Anung dan Tjahjo, dan khususnya secara langsung dengan Megawati. Di mana Megawati selalu mendorong kader tak sekedar berpolitik di pemilihan umum, namun berpolitik yang merawat alam raya.

"Sehingga ini merupakan suatu hal yang unik bagaimana partai tidak hanya berbicara persoalan kekuasaan, tapi bagaimana kita merawat seluruh alam raya," kata Hasto.

Hasto menambahkan, dalam kehidupan sehari-hari di partainya, ada kebijakan sama sekali tidak menggunakan atau minimal mengurangi penggunaan plastik. Saat kongres partai, kebijakan ini diwujudkan dengan ribuan peserta membawa tumbler tempat minum masing-masing.

"Jadi menjaga lingkungan ini sudah menjadi bagian dari kultur yang dibangun partai. Bahkan Pak Jokowi, sebelum jadi presiden pun dulu diajak Ibu Mega untuk menanam pohon di Sungai Ciliwung," tambah Hasto.

Tjahjo kemudian mengatakan bahwa jika kini masyarakat melihat PDIP menyentuh masalah politik hijau di tengah masalah pandemi dan banjir, hal itu bisa terjadi karena peran seorang Megawati. Putri Bung Karno itulah sosok yang selalu mengajarkan bahwa politik harus menyatu dengan alam.

"Kalau kita konsisten dalam program Semesta Berencana jangka panjang yang dicanangkan Bung Karno, saya kira alam kita bisa terjaga dengan baik, tidak ada banjir, sungai mengalir dengan baik," tandasnya.

Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com (mdk/eko)

Baca juga:
Banyak Banjir, Megawati Ajak Kader PDIP Laksanakan Politik Hijau
Kasus Bansos, KPK Usut Aliran Uang dari Juliari ke Ketua DPC PDIP Kendal
Demokrat: Jangan Adu Domba SBY dengan Megawati
Demokrat Minta Marzuki Alie Tahan Diri, Tak Perlu Bikin Tegang Hubungan Demokrat-PDIP
Dalami Kasus Bansos Covid Kemensos, KPK Periksa Ketua DPC PDIP Kendal
Demokrat ke Marzuki Alie: Jangan Mencoba Mengadu Domba SBY dan Megawati

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami