Cerita Wapres JK Selesaikan Konflik di Daerah Hingga Urus Menteri Malas

PERISTIWA | 18 Oktober 2019 09:47 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Tinggal menghitung hari Wakil Presiden Jusuf Kalla akan purna tugas. Banyak hal yang sudah dibuat untuk Indonesia. Pengalaman menyelesaikan beberapa konflik tidak bisa dilupakan kata laki-laki yang lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan tersebut, seperti di Aceh, Ambon, hingga Poso.

"Bagi saya pengalaman itu semuanya baik, karena pengalaman adalah guru yang terbaik. Dan semuanya karena semuanya baik semuanya tidak terlupakan. Tapi yang paling tidak terlupakan yaitu mengatasi konflik-konflik rakyat, karena itu di samping berat, mengumpulkan orang tentu bagaimana mengatasi saling bunuh yang harus kita hentikan," kata JK di Kantornya kepada merdeka.com disela-sela makan siang bersama awak media, di Kantornya Jalan Merdeka Utara.

JK menjelaskan, menangani daerah berkonflik juga bukan perkara mudah. Apalagi, dia mengungkapkan, daerah yang kerap terjadi pertikaian.

"Perdamaian. Paling sulit, perdamaian, Aceh dulu, Poso, Ambon itu paling sulit. Itu berkelahi, itu paling sulit untuk mendamaikan paling sulit. Tapi Alhamdulillah tercapai," ujarnya.

Kuncinya, kata JK, untuk melaksanakan semua tugas harus dijalankan dengan ikhlas. Jika dilakukan dengan ikhlas semua bisa terselesaikan.

Kemudian, JK sempat mengungkapkan, strateginya untuk menyelesaikan konflik di beberapa wilayah didapatnya dari buku. Dengan demikian seorang pemimpin dapat melakukan pemetaan masalah dan mencari solusi terbaik.

"Semua saya mulai dari buku tidak ada upaya mendamaikan tanpa ada mendalami apa masalah sebenarnya apa sejarahnya. Apa cara berpikir. Semua sangat penting. Dan kemampuan kita membaca dan keinginan kita membaca," tegasnya.

"Semua buku. Termasuk buku sastra, termasuk buku sejarah lama dari pada Aceh," tambah politikus senior Golkar itu.

1 dari 1 halaman

Urus 30 Menteri, Mulai yang Malas Hingga Rajin

JK mengungkapkan selama menjadi wakil presiden tidak luput dari kinerja para menteri kabinet kerja. Ada bermacam-macam kriteria yang ditemui. Mulai dari malas, hingga rajin, tegas dan menteri yang paham mengerti semua hal.

"Ya ada juga seperti itu, jadi menteri itu bermacam-macam ada yang kerjanya rajin ada yang kerjanya tegas, ada yang kerjanya banyak mengerti, macam-macam," kata JK sambil berseloroh kepada merdeka.com, Selasa (18/10).

Namun JK enggan membeberkan siapa nama menteri yang bekerja dengan rajin dan malas. Menurutnya, ada beberapa menteri kurang bekerja dengan maksimal.

"Pasti adalah, namanya sebuah penilaian, ujian saja tidak boleh buka-buka hasil orang ya kan. Ada lah," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Ternyata, ini Penyebab Redenominasi Rupiah Tak Kunjung Terjadi
Keinginan Jusuf Kalla yang Belum Tercapai Selama Menjadi Wapres
Jusuf Kalla Ungkap Hal Tak Terlupakan Selama Menjabat Wapres Dua Kali
Wapres JK: Kehati-hatian Pengadaan Sistem Core Tax Keterlaluan
Wapres JK: Utang Indonesia Masih Aman
Alasan Indonesia Saat ini Sulit Swasembada Pangan Versi Wapres JK