Cerita WNA Karantina Covid-19 di Hotel PIK, Bebas Berenang dan Jalan Keliling Jakarta

Cerita WNA Karantina Covid-19 di Hotel PIK, Bebas Berenang dan Jalan Keliling Jakarta
WNA Karantina Covid-19 di Hotel PIK. ©2021 Sosial Media
NEWS | 28 April 2021 16:26 Reporter : Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Dua orang Warga Negara Asing (WNA), Elena dan Damian membagikan foto-foto karantinanya di Oakwood Apartments, Pantai Indak Kapuk (PIK) Jakarta Utara. Kedua orang itu meletakkan lokasi apartemen Oakwood di fitur "place" instagram dalam foto yang ia unggah itu. Sehingga, warganet pun bisa dengan mudah mengetahui di mana lokasi foto itu.

Dalam foto yang diunggah Elena pada 16 April 2021, terlihat dirinya sedang berpose di kolam renang, fasilitas umum apartemen tersebut. Elena membagikan ceritanya selama karantina di apartemen tersebut dalam bahasa Inggris.

Dia mengatakan bahwa apartemen tersebut membolehkan para pelaku perjalanan yang sedang melaksanakan karantina untuk ke luar kamar seperti berenang atau bahkan berjalan-jalan berkeliling Kota Jakarta.

"Jika kamu harus karantina di Jakarta, kamu bisa pilih hotel ini. Tidak seperti yang lain, hotel ini membolehkan kita untuk berenang di hotel dan berkeliling kota Jakarta," bunyi caption instagram WNA @elena_iluina dikutip merdeka.com, Rabu (28/4).

Berdasarkan pantauan merdeka.com pukul 15.00 WIB, akun instagram Elena sudah hilang. Tidak diketahui Elena berasal dari negara mana.

Sementara itu, WNA lainnya @damiannyt mengunggah fotonya yang sedang berenang di kolam renang yang sama dengan Elena, yakni di kolam renang apartemen Oakwood. Sayangnya, foto tersebut sudah menghilang diduga dihapus pemilik akun.

"Kita sedang karantina di Jakarta dan di sini sangat menyenangkan! Seperti ini karantina kita," kata @damiannyt dikutip merdeka.com, Rabu (28/4).

Epidemiolog Windhu Purnomo sangat menyayangkan kebijakan pemerintah yang memperbolehkan para pendatang/ pelaku perjalanan untuk memilih tempat karantina mandiri. Seharusnya, kata dia, pemerintah menyediakan tempat bagi para WNA itu agar bisa diawasi dengan ketat. Karena jika tidak, maka para pelaku usaha penginapan akan sewenang-wenang dan mengindahkan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

"Seharusnya semua lokasi karantina dan isolasi mandiri (hotel, asrama, apartemen, dll) harus ditentukan oleh pemerintah, tidak boleh memilih sendiri. Karena infrastrukturnya, baik sarana, prasarana, serta prosedur dan protokolnya harus sesuai dengan standar yang sudah ditentukan oleh Kemenkes," kata Windhu saat dihubungi merdeka.com, Rabu (28/4).

Ahli Kesehatan Masyarakat dari Universitas Airlangga itu menilai bahwa pemerintah telah keliru karena mengizinkan para pelaku perjalanan memilih sendiri lokasi karantina mandirinya.

"Kalau karantina dan isolasi mandiri bisa dipilih sendiri oleh masyarakat berarti ini kekeliruan pemerintah terkait kebijakan karantina, jelas tidak sinkron dengan UU Kekarantinaan Kesehatan," ujarnya.

Harus ditindak

Dia pun mendorong pemerintah pusat maupun daerah untuk menindak pihak hotel serta WNA tersebut. Dia bahkan mengusulkan agar para WNA yang bertindak semena-mena langsung dideportasi saja.

"Hotel dan WNA-nya harus ditindak, harus dikasih sanksi tegas. kalau perlu sanksi terberatnya dideportasi saja. Mereka harusnya kan sudah tahu apa yang dimaksud karantina mandiri dan apa akibatnya bila melanggar," katanya.

Widhu mengaku sangat prihatin terhadap perilaku sebagian besar WNA di Indonesia yang sama sekali tidak menghargai aturan Indonesia. Dia khawatir para WNA itu hanya akan menambah jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia. karena kata dia, apa yang dilakukan oleh WNA itu selama 'karantina mandiri' jelas akan menimbulkan penularan kepada seluruh staf dan pengunjung hotel lainnya.

"Karantina mandiri kok ke luar kamar. Jelas itu sangat berisiko tinggi menjadi sumber penularan," katanya. (mdk/ded)

Baca juga:
Loloskan WN India dari Kewajiban Karantina, 11 Orang Jadi Tersangka
Pelaku yang Loloskan Karantina WNI Ternyata Pensiunan PNS Disparekraf DKI
Polisi Tetapkan 1 Tersangka Lagi Terkait Ayah-Anak Loloskan Orang Tanpa Karantina
Kasus WNA Lolos Karantina, 1 Orang Kembali Jadi Tersangka, Terima Bayaran Rp4 Juta
Satgas Covid-19 Bantah 2 Mafia Karantina Petugas Protokol Bandara Soekarno-Hatta
Membongkar Praktik Mafia Karantina

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami