Chef terkenal Malaysia kagumi rasa nasi kuning Indonesia

Chef terkenal Malaysia kagumi rasa nasi kuning Indonesia
nasi kuning. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 27 April 2015 07:15 Reporter : Ramadhian Fadillah

Merdeka.com - Seorang chef atau juru masak asal Malaysia, Mohammad Noor Izzam, mengagumi masakan nasi kuning yang merupakan salah satu kuliner khas Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

"Sewaktu pertama tiba, saya langsung mencari nasi kuning dan ternyata memiliki cita rasa tersendiri," ungkap Mohammad Noor Izzam di Samarinda, Minggu.

Mohammad Noor Izzam hadir di Kota Tepian sebagai salah satu juri pada Festival Nasi Kuning yang digelar di Pusat Segiri Grosir Samarinda pada Sabtu (25/4).

Nasi Kuning khas Samarinda, menurut dosen kuliner di KDU University College, Malaysia, itu, memiliki berbagai varian dan bumbu, sehingga sangat menggoda selera.

"Tetapi, begitu saya cicipi, umumnya rasanya lebih dominan asin. Sebenarnya, jika kebanyakan asin juga tidak boleh karena bisa memicu darah tinggi. Begitu juga dengan bumbu merahnya lebih dominan ke rasa manis dan ini juga bisa memicu diabetes," kata Mohammad Noor Izzam.

Kepada para penjaja nasi kuning di Samarinda, ia menyarankan agar kedua rasa tadi bisa lebih dikurangi, agar tampilan nasi kuning yang nantinya dikonsumsi warga bisa lebih higienis dan bernutrisi.

Festival Nasi Kuning diikuti 50 peserta baik para pedagang nasi kuning, chef hotel berbintang hingga siswi SMK jurusan Tata Boga yang ada di Kota Samarinda.

Wakil Wali Kota Samarinda H Nusyirwan Ismail mengapresiasi penyelenggaraan Festival Nasi Kuning tersebut, apalagi dengan mendatangkan juri luar negeri dari Malaysia.

Festival Nasi Kuning, menurut Nusyirwan Ismail, bertujuan mempromosikan masakan khas Samarinda kepada pihak luar.

"Apalagi, kegiatan ini bisa bersinergi dengan warga sebagai pelaku UMKM. Jadi, menurut saya sangat besar manfaatnya untuk meningkatkan usaha mikro mereka," ujar Nusyirwan.

Ia juga mengapresiasi pihak perhotelan yang juga ambil bagian pada lomba tersebut.

"Artinya, kini hotel pun telah mengedepankan menu nasi kuning sebagai hidangan 'breakfast' atau sarapan pagi bagi para tamunya, sehingga wajar jika pemkot melalui Dinas Pariwisata terus gencar menghidupkan wisata kuliner seperti yang ada di Jalan Lambung Mangkurat dan Jalan Antasari sebagai penunjang sektor pariwisata," katanya.

"Tujuannya, agar bisa mendatangkan wisatawan berburu nasi kuning selain juga sarung Samarinda. Untuk itu saya minta bagi penjaja kuliner ini bisa tetap mengedepankan bahan lokal, sehingga nasi kuning Samarinda dengan menu pelengkapnya, bisa dikenal sebagai ikon di bidang kuliner sehingga usaha mikro warga bisa terdorong ikut bangkit," ungkap Nusyirwan Ismail. (mdk/ian)

Ini menu makanan yang jadi santap siang para pemimpin Asia Afrika

Delegasi Nigeria di KAA tergila-gila tahu gejrot

Reaksi kocak bule saat pertama kali cicip makanan dan buah Indonesia

Indonesia buka restoran makanan tradisional di tiga negara ini

Ini lima oleh-oleh murah meriah khas Bogor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami