China Cabut Embargo Vaksin Covid-19 ke Indonesia

China Cabut Embargo Vaksin Covid-19 ke Indonesia
Vaksinasi Covid-19 di Indonesia. ©2021 Liputan6.com/Faizal Fanani
NEWS | 25 Mei 2021 17:11 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir memberikan angin segar terkait embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh China. Yakni, negeri Tirai Bambu tersebut sudah kembali mengirimkan pasokan vaksin penawar virus corona jenis baru tersebut ke Indonesia.

"Untuk yang China alhamdulillah kita sudah mendapatkan pengiriman rutin lagi," tuturnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (25/5).

Hal ini dibuktikan dengan kedatangan 8.000.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku pada pagi hari ini. Vaksin tahap ke-13 itu mendarat tepat pukul 8.00 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Bahkan, tanggal 31 Mei akhir bulan ini kita akan dapat tambahan sekitar 8 juta dosis lagi," imbuhnya.

Maka dari itu, Bio Farma memastikan pasokan bahan baku vaksin di tanah air akan kembali normal. Menyusul dicabutnya aturan embargo vaksin oleh China.

"Udah mulai normal lagi supply bahan baku (vaksin)," tekannya.

Sebelumnya, Indonesia kembali kedatangan 8.000.000 dosis vaksin Covid-19 Sinovac dalam bentuk bulk atau bahan baku, Selasa (25/5). Vaksin tahap ke-13 tersebut tiba pukul 8.00 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Hari ini kedatangan 8juta dosis vaksin Sinovac dalam bentuk bulk," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (25/5).

Dia mengatakan pemerintah selalu menjaga stok ketersediaan vaksin agar pelaksanaan vaksinasi sesuai target. Dia pun membeberkan hingga saat ini Indonesia telah menerima vaksin Sinovac yaitu 3 juta dosis, AstraZeneca yaitu 6,4 juta dosis, lalu Sinopharm yaitu 1 juta dosis.

"Maka dengan kedatangan tahap ke-13 kali ini yaitu vaksin Sinovac sebanyak 8 juta dosis maka secara total yaitu jumlah vaksin secara total 83,9 juta dosis," bebernya.

Airlangga juga mengatakan pemerintah selalu memastikan faktor keamanan, mutu dan efikesi dari vaksin tersebut. Sehingga masyarakat tidak ada keraguan untuk menggunakan vaksin.

"Pemerintah selalu memastikan faktor keamanan, mutu, efikesi, sehingga tidak perlu ada keraguan bagi masyarakat dalam menerima vaksin. Vaksin yang disediakan Indonesia melalui proses evaluasi badan POM dari para ahli dari ITAGI, WHO," ungkapnya.

(mdk/ded)

Baca juga:
Komnas KIPI: Kalau Uji Batch CTMAV547 Tak Ada Zat Berbahaya AstraZeneca Bisa Dipakai
Komnas KIPI Klaim Tidak Ada Kasus Kematian Terkait Vaksin AstraZeneca di Indonesia
Bos Bio Farma Harga Vaksin Gotong Royong di Bawah Rp 1 Juta, Ini Rinciannya
Pelaku UKM Jalani Vaksinasi Covid-19 di Mal Ciputra
Dampak Embargo India, Kedatangan Vaksin Novavax Molor 1 Bulan dari Jadwal
China Cabut Embargo Vaksin Covid-19 ke Indonesia

Ingat #PesanIbu

Jangan lupa Selalu Mencuci Tangan, Memakai Masker dan Menjaga Jarak Mari Bersama Cegah Penyebaran Virus Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami