Cinta Bersemi di Karantina Natuna

Cinta Bersemi di Karantina Natuna
WNI dari Wuhan tiba di Aceh. ©2020 Merdeka.com/Afif
PERISTIWA | 19 Februari 2020 05:02 Reporter : Afif

Merdeka.com - Fadil (30), berjalan tegap setiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Selasa (18/2). Menggunakan jaket kecoklatan, di dada kirinya tertempel bendera marah putih langsung disambut oleh rekan-rekannya sudah tiba sejam sebelumnya.

Dia tidak sendiri. Ada dua rekannya terbang dari Jakarta yang ikut diobservasi di Natuna selama 14 hari, yaitu Sapriadi dan Teuku Agusti Ramadhan. Masker tidak lagi menutup mulutnya. Begitu juga penumpang lainnya, semua tampak normal.

Fadil merupakan mahasiswa semester satu sedang mengambil studi doktor di Central China Normal University (CCNU), Wuhan, China. Selama wabah virus corona, sekarang diubah nama COVID-19, Fadil satu di antara puluhan mahasiswa Aceh berjuang bertahan hidup melawan virus mematikan itu.

"Alhamdulillah sehat, dari awal kita sehat," kata Fadil saat tiba di Bandara SIM. Fadil tampak satu persatu melayani salam hangat dari rekan-rekannya.

Fadil bersama dua rekannya rombongan terakhir tiba di Banda Aceh usai menjalani observasi di Natuna selama 14 hari. Sehari sebelumnya ada 11 mahasiswa juga sudah tiba di Aceh.

Baca Selanjutnya: Mereka tidak terbang secara bersamaan...

Halaman

(mdk/cob)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami