Corona yang Memisahkan Mereka

Corona yang Memisahkan Mereka
PERISTIWA | 1 April 2020 06:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Sepekan lebih JD kehilangan kakaknya. Duka masih menyelimuti hari-harinya.

Dia tak menyangka perpisahan dengan sang kakak secepat ini. JD makin terpukul karena perpisahan ini dampak dari pandemi virus Corona atau Covid-19 di Tanah Air.

JD mengisahkan detik-detik hari kelabu itu tiba. Tepatnya, sebelum meninggalnya sang kakak pada 22 Maret lalu.

Cerita bermula ketika kakaknya akan mendatangi sebuah pertemuan di Bogor. Dari luar kota, sang kakak kemudian menginap di rumahnya di Bekasi sebelum menghadiri pertemuan di Bogor pada awal Maret lalu.

"Selesai pertemuan itu nginep lagi di rumah kita. Sempat juga ke Yogyakarta ada pertemuan lain lagi," kata JD, dalam Facebook Live di laman Liputan6.com, Selasa (31/3).

Sepulang dari Yogyakarta, kakaknya kembali lagi ke kediamannya untuk transit sebelum bertolak ke kota asalnya. Saat itu, kakaknya memang sempat mengalami batuk kecil.

"Katanya tenggorokannya sangat sakit, lain daripada yang lain batuknya. Tenggorokannya terasa berbeda waktu itu," paparnya.

JD tidak berpikir jauh bahwasannya kakaknya terinfeksi virus asal Wuhan, China itu. Pikirnya, sang kakak hanya masuk angin biasa.

Tepat tanggal 4 Maret, kakaknya meninggalkan Jakarta. Beberapa hari kemudian, JD mendapat kabar kakaknya diopname selama beberapa hari.

Sempat keluar dari rumah sakit karena kondisi membaik, kakak JD kembali merasa tidak enak badan. Akhirnya kembali masuk rumah sakit pada 14 Maret lalu.

"Dan di tanggal 15-nya kakak saya dikabarkan sudah suspect Covid-19. Sudah di-swab tapi hasilnya rupanya membutuhkan waktu beberapa hari," kata JD.

JD kaget tidak menyangka. Tidak pernah terbayang olehnya sang kakak terpapar virus yang mengganggu sistem pernapasan ini. Tetapi mereka tidak mau putus asa, doa tak putus berharap keadaan membaik.

Sampai akhirnya, JD dan keluarga menerima hasil swab kakaknya pada 19 Maret lalu. Dinas Kesehatan setempat membenarkan sang kakak terinfeksi virus Corona.

Seperti geledek di musim hujan, keluarga tidak bisa menahan kesedihan. Ditambah lagi, kondisi kakaknya kian menurun sampai dipasang ventilator atau alat bantu napas.

"Pada tanggal 22 Maret kakak kami di pasang ventilator itu, setelah dipasang itu kami sekeluarga sempat sangat sedih dan rasanya tuh masih berharap Tuhan memberikan mukjizat," ungkapnya.

Tetapi takdir berkata lain. Dini hari di tanggal yang sama, JD mendapat kabar kakaknya telah mengembuskan napas terakhir.

"Ya namanya manusia ya kita sudah pasrah kita sudah ikhlas tapi tetap saja sedih," ungkapnya.

Kesedihan JD tidak sampai di situ. Saat proses pemakaman, keluarga tidak bisa mengantarkan jenazah kakaknya itu sampai ke liang lahat.

"Dan waktu itu hanya dikirimkan oleh salah satu teman di sana bagaimana melepas jenazah kakak yang diurus langsung oleh pihak rumah sakit," terangnya.

1 dari 1 halaman

JD Sempat Rasakan Radang Tenggorokannya

Saat kakaknya menginap di rumah, JD sempat berkontak. Dia tidak tahu apakah dirinya juga terpapar. Namun diakuinya, sempat mengalami rasa tidak enak di bagian tenggorokan.

"Saya sendiri juga merasakan radang tenggorokan. Itu radang tenggorokannya beda, lebih panas gitu," jelasnya.

Namun kondisi itu tidak lama dan kembali pulih. Saat ini, meski masih dalam keadaan berkabung, JD dan keluarganya selalu waspada dan tetap menjaga kesehatan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan meminum suplemen makanan.

Selain itu, kata JD, berpikir positif juga berpengaruh terhadap kesehatan. (mdk/lia)

Baca juga:
Pendapatan Daerah Kota Bekasi Anjlok Imbas Pandemi Virus Corona
DPR Bakal Kawal Distribusi Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Medis
Imbas Covid-19, Calon Pengantin Bisa Mendaftar Pernikahan Lewat Online
Jadi Simbol Melawan Kejahatan, Bayi Baru Lahir di India Diberi Nama Corona
Satu Pasien Positif Corona di DIY Sembuh
Pasien Sembuh Corona di Jerman akan Diberi Sertifikat Agar Bisa Kembali ke Masyarakat

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Jatim Bersiap Jalani Kehidupan New Normal - MERDEKA BICARA with Khofifah Indar Parawansa

5