Covid-19 Belum Selesai, Sandiaga Minta Sekolah Beradaptasi dengan New Normal

Covid-19 Belum Selesai, Sandiaga Minta Sekolah Beradaptasi dengan New Normal
PERISTIWA | 13 Juli 2020 16:45 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Sandiaga Salahudin Uno meminta sektor pendidikan mulai beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi untuk menjalankan metode metode study from home. Dia mengamati banyak sekolah yang belum bisa menggelar kegiatan belajar mengajar tatap muka karena kasus Covid-19 di daerahnya masih tinggi.

"Pandemi kali ini menghantam kita di era Indonesia modern di era kita masuk ke revolusi industri 4.0. Ini adalah kesempatan kita untuk mempercepat terutama pendidikan bahwa semua lini pendidikan harus dapat menjalankan konsep study from home,” kata Sandiaga dalam keterangannya, Senin (13/7).

Meski bisa belajar dari rumah dengan bantuan teknologi, Sandiaga mengingatkan agar para orang tua selalu mengontrol dan membimbing anak-anaknya dalam proses belajar.

"Tentunya kita tidak bisa melepas mereka dengan teknologi. Kita harus berikan bimbing agar teknologi itu membantu mereka dalam meningkatkan kapasitas, proses belajar dan mengajar," jelas Sandiaga.

Selama pandemi Covid-19, dia menilai masyarakat terutama guru dan murid harus terbiasa dengan kebiasaan baru saat sekolah-sekolah mulai dibuka pada masa new normal atau normal baru.

"Kita tidak bisa lari dari kenyataan ini bahwa suatu realita baru, new normal itu kita harus terbiasa dengan dengan hal-hal yang dulu kita tidak terbiasa misalnya kita sekarang menggunakan masker, juga selalu menjaga kebersihan dengan hand sanitizer dan terbiasa mencuci tangan, tidak bersalaman, tidak berpelukan," katanya.

"Saya yakin pandemi Covid-19 memberikan satu ujian bagi sistem pendidikan kita untuk beradaptasi dan bukan hanya murid, tapi guru juga beradaptasi, orang tua juga beradaptasi, lingkungan juga beradaptasi," lanjut Sandiaga.

Sandiaga juga mengingatkan sistem pendidikan akan berubah ke depannya. Pendidikan akan lebih mengarah pada vokasi atau peningkatan keterampilan sambil praktik.

"Dulu bahwa kita mulai masuk SMP, SMA, Kuliah dan bekerja sudah berganti. Kita akan masuk ke dalam konsep di mana kuliah sambil kerja, vokasi sambil kerja. Akhirnya pendidikan itu menjadi life long learning, tidak hanya 18-20 tahun. Dengan adanya Covid ini edukasi kita terutama experience learning akan sangat relevan," ujar dia.

Sandiaga beralasan, dengan sistem yang demikian akan menuntut setiap orang untuk terus belajar karena perkembangan teknologi yang bergerak begitu cepat. "Mungkin umur 30 tahun teknologi sudah berubah. Sehingga hal-hal yang kita pelajari pada saat 17 tahun sudah berganti total," ungkap dia.

1 dari 1 halaman

Sandiaga mengingatkan bonus demografi yang terjadi di Indonesia pada 2030-2040 bisa menjadi bencana demografi bila tidak ada melakukan investasi di sektor pendidikan.

Dia memaparkan bahwa penduduk Indonesia yang tahun 2019 ini berusia 7 tahun, rata-rata mereka berharap bisa mengikuti pendidikan 12 tahun atau hanya hanya lulusan SMA sederajat.

"Bonus demografi itu akan berubah menjadi bencana demografi kalau kita enggak bisa ubah bahwa mayoritas anak usia 7 tahun ini cuma dapat pendidikan 12 tahun kedepan," ucap Sandiaga.

Sandiaga berharap pemerintah dan semua pihak serius memikirkan masa depan anak-anak Indonesia sehingga bonus demografi menjadi peluang dan cita-cita Indonesia Emas 2045 terwujud.

"Mereka harus dapat kesempatan pendidikannya minimal sampai S1 (sarjana) selesai, dan sebagian S2 (magister) dan akhirnya S3 (doktor). Jadi bonus demografi itu bisa jadi bencana kalau kita enggak invest di pendidikan. Jadi kita harus berikan kesempatan mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi," harap Sandi. (mdk/ray)

Baca juga:
Wagub DKI Ajak Peserta Didik & Pengajar Tetap Tangguh di Masa Pandemi Covid-19
Gubernur Wahidin Halim: Tahun Ajaran Baru di Banten Terpantau Lancar
Kemenag Sempurnakan Kurikulum Pendidikan Agama dan Bahasa Arab
Disdik Aceh: 413 Sekolah Mulai Belajar Tatap Muka
Sekolah di Zona Hijau Diizinkan Dibuka, Pelajar Harus Patuhi Protokol Kesehatan

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami