Covid-19 di DKI Naik Tajam, Jokowi Minta Jadi Perhatian Betul

Covid-19 di DKI Naik Tajam, Jokowi Minta Jadi Perhatian Betul
PERISTIWA | 13 Juli 2020 10:52 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta para menterinya untuk fokus menyoroti kenaikan kasus virus corona (Covid-19) di tanah air, salah satunya DKI Jakarta. Menurut dia, angka positivity rate corona di DKI Jakarta kini naik drastis hingga dua kali lipat.

"Di Jakarta laporan terakhir yang saya terima angka positivity ratenya melonjak dari 4 sampai 5, sekarang sudah 10 setengah persen. Tolong betul-betul dijadikan perhatian," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas, Senin (13/7).

Jokowi sendiri telah meminta menterinya untuk fokus menekan lonjakan kasus corona di sejumlah daerah. Ada sejumlah provinsi yang diminta Jokowi agar diberikan prioritas khusus antara lain, DKI Jakarta, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Papua.

Dia ingin agar tes corona di daerah-daerah tersebut diperbanyak serta penelusuran atau tracing dimasifkan. Selain itu, dia meminta agar fasilitas kesehatan rumah sakit untuk pasien corona ditingkatkan.

"Khususnya bed APD, obat-obatan, ventilator dan kamar isolasi yang ini juga masih memerlukan tambahan tambahan untuk provinsi-provinsi yang tadi saya sebut. Kalau memang kekurangan ini agar Kemenkes bisa menyampaikan kepada Menteri PU untuk segera diselesaikan," jelas Jokowi.

1 dari 1 halaman

Kasus di Jakarta

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa jumlah penambahan kasus positif virus Corona Covid-19 di Jakarta melonjak tinggi selama satu pekan belakangan. Kasus positif corona di Jakarta sendiri bertambah 404 orang, Minggu 12 Juli 2020.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini mengungkapkan, positivity rate Jakarta per Minggu mencapai 10,5 persen.

"Jumlah tersebut meningkat dua kali lipat bila dibandingkan bulan Juni yang mencapai kisaran 4 persen hingga 6 persen," kata Anies.

Dia juga menyebut pada 11-17 Juni, sebanyak 27.091 orang dites, tingkat positivity rate-nya 3,1 persen. Kemudian pada 18-24 Juni ada 29.873 orang yang dites, positivity rate-nya 3,7 persen.

Selanjutnya, kata Anies, pada 25 Juni-1 Juli ada 31.085 orang yang dites PCR, kemudian positivity rate-nya 3,9 persen. Sedangkan 2-8 Juli, sebanyak 34.007 orang dites dan positivity rate-nya 4,8 persen.

"Lonjakan ini merupakan peringatan bagi kita semua dan dalam perjalanan selama masa PSBB transisi ini sejak 4 Juni sampai 12 Juli ini," tegas Anies. (mdk/rnd)

Baca juga:
Covid-19 Disebut Bisa Menular via Udara, IDI Minta Perhatikan Tata Kelola Ruang
Sempat ke Jakarta Pakai Lion Air, Warga Rokan Hulu Sembuh dari Covid-19
Kasus Covid-19 Naik, Jokowi Minta Perbatasan dan Transportasi Diawasi Lagi
Penambahan Kasus Baru di DKI Melonjak, Ini Kelurahan Pasien Covid-19 Terbanyak
Kutip Survei, Jokowi Keluhkan 70 Persen Warga Jatim Tak Pakai Masker

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami