CSIS Nilai Pilkada Langsung Jadi Sumber Rekrutmen Tokoh Nasional

PERISTIWA | 8 Desember 2019 21:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wacana pemilihan kepala daerah atau Pilkada menggunakan mekanisme tak langsung menuai polemik. Peneliti Centre For Strategic And Internatiol Studies (CSIS), Arya Fernandes turut menanggapi wacana tersebut.

Dia menilai Pilkada langsung yang telah dilakukan beberapa tahun lalu telah mendapat respons positif dari publik. Hal itu ditandai dengan partisipasi masyarakat pada Pilkada tahun 2018 cukup tinggi, yakni sebesar 73%. Bahkan, keikutsertaan masyarakat dalam Pilkada terus meningkat setiap tahunnya.

Arya berpendapat Pilkada langsung merupakan momentum penting dan menjadi langkah awal bagi calon kandidat dalam memulai perjalanan politiknya dari daerah.

"Pilkada langsung sejak 2005 sudah menjadi sumber rekruitmen politik di tingkat nasional, Pak Jokowi misalnya," ujar Arya pada acara Konferensi Pers CSIS di Hotel Ibis Jakarta Tamarin, Minggu (8/12).

1 dari 1 halaman

Jokowi Awali Karir Politik dari Pilkada Langsung

Jokowi, lanjut dia, mulai meniti karir politiknya secara berjenjang. Diawali dengan maju dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Solo. Setelah selesai menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi bertarung di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta pada tahun 2012. Dua tahun menjabat sebagai Gubernur DKI, Jokowi maju di kontestasi Pilpres.

Kini, Jokowi telah berhasil memenangkan Pilpres selama dua kali berturut-turut, Pilpres 2014 dan 2019.

"Nah, kalau kita hilangkan Pilkada langsung, tentu sumber rekruitmen politik kita di daerah menjadi hilang," tambah Arya.

Menurut Arya, bila Pilkada langsung dilakukan maka kecenderungan partai politik hanya mencalonkan orang-orang pilihannya. Selain itu, dikhawatirkan partai-partai baru akan kesulitan mengikuti Pilkada yang akan datang.

Reporter Magang: Bagus Kusumo (mdk/ray)

Baca juga:
Mendagri Tito Bantah Ingin Kembalikan Pilkada ke DPRD
Mendagri Jelaskan Awal Mula Munculnya Usulan Pilkada Asimetris
Tak Hanya Pilkada Langsung, Masalah Biaya Politik Juga Liputi Pemilihan via DPRD
Pilkada Asimetris Jangan Lahirkan Demokrasi Hanya Untuk Si Kaya
Pilkada Asimetris Bukan Barang Baru di Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.