Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Simalungun dan Karo Sumatera Utara

Cuaca Ekstrem Picu Longsor di Simalungun dan Karo Sumatera Utara
Ilustrasi Tanah Longsor. ©2015 Merdeka.com
PERISTIWA | 21 November 2020 16:07 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Cuaca ekstrem memicu bencana di sejumlah lokasi di Sumatera Utara (Sumut) sejak kemarin. Tanah longsor terjadi di Karo dan empat ruas jalan di Simalungun juga amblas.

Berdasarkan informasi dihimpun, ruas jalan yang amblas dan longsor terjadi di empat lokasi, Jumat (20/11). Bencana ini terjadi di jalan lintas Pematang Siantar-Tanah Jawa, jembatan Sungai Tongguran; jalan Pematang Siantar-Parapat Km 12 sekitar jembatan Bah Hilang, Tiga Balata, Kecamatan Jorlang Hataran; serta jalan kabupaten di Kecamatan Raya Kahean dan Kecamatan Dolok Panribuan.

Jalan amblas atau longsor ini terjadi menyusul curah hujan yang tinggi sejak Jumat (20/11) sore. Akibat kejadian ini lalu lintas sempat terhambat.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo mengatakan longsor di Tiga Balata diduga terjadi akibat sungai meluap.

"Longsor tersebut terjadi pada Jumat (20/11) sekitar pukul 22.00 WIB. Untuk dugaan sementara, longsor disebabkan oleh curah hujan yang cukup tinggi sehingga volume air di bawah jembatan naik serta mengikis tanah yang ada di bawah jembatan tersebut," kata Agus, Sabtu (21/11).

Kondisi air sungai sudah mulai surut. Petugas juga masih mengurai arus lalu lintas yang sebelumnya sempat terhambat.

"Satu jalur sudah dapat dilalui kendaraan bermotor, termasuk mobil, dengan sistem buka tutup dari arah Pematang Siantar maupun dari arah Parapat," ucapnya.

Agus memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. "Kita mengimbau masyarakat pengguna jalan agar selalu berhati-hati, patuhi rambu-rambu dan disiplin mengikuti aturan berlalu lintas," imbaunya.

Sementara di Kabupaten Karo, dua unit rumah jatuh ke jurang, setelah tebing tapak rumah itu longsor. Peristiwa ini terjadi di Dusun Aek Hotong, Desa Penambatan, Kecamatan Merek, Jumat (20/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Kedua rumah terbawa longsor setelah hujan melanda kawasan itu.

Rumah yang terbawa longsor diketahui milik Radin Sian Sinaga (45) dan Besli Saragih (45). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Penghuni rumah menyatakan kediaman mereka sudah mulai miring sejak pagi. Mereka pun mendengar suara gemuruh tanah bergerak sehingga sempat menyelamatkan diri.

"Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata Kepala BPBD Kabupaten Karo, Natanael Parangin-angin.

Warga yang rumahnya longsor untuk sementara mengungsi ke rumah tetangga dan kerabatnya. "Kita mengimbau masyarakat sekitar untuk berhati-hati karena longsor masih dapat terjadi," sebut Natanael. (mdk/cob)

Baca juga:
Pengendara Motor Tewas Terseret Longsor di Cianjur
Penuh Duka, Ini Fakta Terkini Bencana Banjir dan Longsor yang Melanda Jateng
1 Keluarga Korban Longsor di Banyumas Ditemukan Meninggal Terjepit Bebatuan dan Kayu
5 Warga Meninggal Akibat Tertimbun Tanah Longsor di Banyumas
1 Rumah di Banyumas Tertimbun Longsor, 1 Orang Meninggal dan 3 Hilang
Empat Penambang Emas Tradisional di Gunung Mas Meninggal Tertimbun Longsor

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami