Curhat Perawat Safira ke Jokowi: Jarang Pulang demi Sembuhkan Pasien Covid-19

Curhat Perawat Safira ke Jokowi: Jarang Pulang demi Sembuhkan Pasien Covid-19
PERISTIWA | 27 September 2020 16:58 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Selama tujuh bulan pandemi Covid-19 memaparkan Indonesia para dokter dan tenaga medis berjuang untuk menyembuhkan pasien. Tidak terkecuali Safira, perawat Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut Dr. Ramelan, Safira yang sudah lima bulan menangani pasien Covid-19 di Surabaya.

Melalui sambungan video call bersama Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Safira bercerita jarang bertemu keluarga. Sebab harus menjalankan tugas demi kesembuhan pasien.

"Kapan terakhir bertemu dengan keluarga? Apakah diizinkan pulang atau harus berjaga terus di rumah sakit?" tanya Jokowi pada Safira melalui video call, Minggu (27/9).

Safira mengatakan para tenaga medis dan perawat diizinkan pulang setelah melakukan tes swab. Jika hasilnya negatif mereka diizinkan pulang.

"Diizinkan pulang Pak, setelah satu bulan kita cek swab, kalau negatif kita pulang," kata Fira.

Fira mengatakan dalam dua minggu terakhir ini pasien yang masuk ke ICU menurun. Tidak hanya itu bantuan relawan pun mulai muncul dalam bulan ini.

"Iya cukup, puji Tuhan cukup Pak, apalagi mulai bulan ini ada bantuan relawan di ICU," ungkap Fira.

Selama menangani pasien yang terpapar Covid-19, Fira mengaku bahwa para pasien sering merasa ketakutan. Fira mengatakan jika pasien tersebut sesak napas tetapi dalam kondisi sadar, pasti mengeluh takut.

Fira pun menitipkan pesan bagi seluruh masyarakat agar senantiasa mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, dengan disiplin.

"Tetap untuk protokol kesehatan tetap tolong dipatuhi karena kalau saya perjalanan pulang itu masih lihat kerumunan massa yang masih tidak memakai masker, masih suka berkerumun Pak," ungkap Fira. (mdk/ded)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami