Daerah-Daerah Ini Ngebet Ingin Gabung ke Jakarta

PERISTIWA | 17 Oktober 2019 06:20 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Beberapa daerah memiliki keinginan buat bergabung ke DKI Jakarta. Wacana ini muncul setelah ada rencana pembentukan Provinsi Bogor Raya yang dicetuskan Wali Kota Bogor Bima Arya dan Bupati Bogor Ade Yasin.

Bogor Raya terdiri dari 10 kabupaten/kota. Sepuluh daerah tersebut, yakni Kabupaten Bogor, Bogor Barat, Bogor Timur, Kota Bogor, Kabupaten Sukabumi, Kota Sukabumi, Cianjur, Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi.

Namun beberapa daerah tersebut lebih memilih DKI Jakarta dibandingkan ikut bergabung dengan Provinsi Bogor Raya. Ada banyak alasan daerah-daerah tersebut memilih DKI Jakarta, mulai dari segi ekonomi hingga dari segi kebudayaannya.

Berikut daerah-daerah yang memilih bergabung dengan DKI Jakarta:

1 dari 3 halaman

Bekasi

Bekasi, salah satu kota penyangga DKI Jakarta, memilih bergabung dengan DKI Jakarta dibandingkan dengan Provinsi Bogor Raya. Salah satu alasannya terkait dengan masalah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Kecamatan Bantargebang.

Perlu diketahui, DKI Jakarta hingga saat ini masih membuang sampah-sampah di TPST Bantargebang.

"Karena kita semua tahu bahwa TPA nya warga DKI ada di wilayah administrasi Kota Bekasi yakni Bantargebang. Ini menjadi faktor penting untuk dikaji dalam prosesnya," kata anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata.

Selain itu, Bekasi dinilai memiliki kesamaan kebudayaan dengan DKI Jakarta. Anggota Komisi I DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata mengatakan bahwa Bekasi punya punya akar sejarah dengan DKI Jakarta. Pada masa revolusi, Bekasi merupakan kewedanaan dari Kabupaten Jatinegara, Karesidenan Jakarta, Provinsi Jawa Barat. Kewedanaan Bekasi membawahi Kecamatan Bekasi, Cibitung, dan Cilincing.

Menurut survei Median, mayoritas warga Bekasi setuju jika Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta.

"Dari hasil survei ditemukan bahwa sebanyak 60,6 persen warga Kota Bekasi setuju jika Kota Bekasi bergabung dengan DKI Jakarta. Hanya sebesar 11,4 persen warga saja yang tidak setuju. Sedangkan 26,0 persen warga menjawab tidak tahu," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun.

2 dari 3 halaman

Depok

Depok juga lebih memilih bergabung dengan DKI Jakarta dibandingkan dengan Provinsi Bogor Raya. Alasannya, karena mayoritas masyarakat Depok menggunakan komuter menuju Jakarta. Selain itu, letak geografis Depok yang bergandengan langsung dengan Jakarta.

"Sekitar 65 persen warga Depok itu komuter. Sekitar 90 persen ke Jakarta, selebihnya ke Bogor dan Bekasi," kata Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad.

Selain itu, ada empat kebutuhan paling terkait dengan Jakarta mencakup sanitasi, air bersih, udara, sampah.

Sedangkan jika dilihat dari sisi budaya Depok di wilayah Jabar masuk rumpun Melayu Depok. Dari segi bahasa diakuinya serupa dengan DKI Jakarta.

"Dalam SK Gubernur disebut juga sebagai rumpun Melayu Depok, bukan disebut rumpun Betawi karena Betawi trademark dari Jakarta, jadi Depok rumpun Melayu Betawi, kalau kedekatan dari sisi bahasa walau serupa tapi tak sama itu lebih cenderung ke Jakarta dan ini adalah budaya," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Tangerang Selatan

Soal Bekasi dan Depok yang ingin bergabung dengan DKI Jakarta terdengar hingga Tangerang Selatan. Terkait hal tersebut, Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terkait kemungkinan Kota Tangerang Selatan bergabung dengan DKI Jakarta.

"Kita lihat kajiannya, nanti kita ikutin, makanya harus ada Fasibility Study dan kajian," kata Airin. (mdk/dan)

Baca juga:
Survei Median: Mayoritas Warga Mau Kota Bekasi Gabung ke DKI Jakarta
Belum Kantongi Izin, Aktivitas Reklamasi Lahan Perumahan di Tambun Disetop
Perpotongan Arus Bakal jadi Masalah dalam Kanalisasi di Puncak
Polisi dan Kemenhub Kian Gencar Sosialisasi Kanalisasi Jalur Puncak
Pemkab Bogor Kirim Dokumen Kependudukan via Kantor Pos
Disentil Bupati Bogor Soal Bantuan yang Belum Maksimal, Ini Jawaban Ridwan Kamil