Dalam Setahun, 6 Pelaku di Madura Selewengkan 2.160 Ton Solar Subsidi

PERISTIWA | 11 Desember 2019 20:51 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Ditreskrimsus Subdit Tipiter Polda Jatim membongkar praktik penimbunan dan jual beli bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Madura. Akibat praktik ilegal ini, pelaku sempat berhasil menyelewengkan setidaknya 2.160 ton solar dalam satu tahun.

Pengungkapan kasus penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar ini diungkapkan oleh Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan. Ia menyatakan, tim satgas Polda Jatim berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi untuk industri di SPBU di wilayah Blega, Bangkalan, Madura.

"Ini terencana, terlihat dari truk di belakang saya yang sudah dimodifikasi. Terungkapnya kasus ini berawal dari laporan masyarakat," ungkapnya, Rabu (11/12).

Kapolda menambahkan, praktik penyelewengan ini setidaknya sudah berjalan selama 1 tahun. Enam pelaku sudah diperiksa. Dari selama waktu tersebut, para pelaku setidaknya sudah menyelewengkan total 2.160 ton solar bersubsidi.

"Penyalahgunaan BBM ini sudah berjalan satu tahun, ada enam pelaku yang kami periksa. Dari hasil pemeriksaan dalam 1 minggu ada 3 kali pengambilan BBM, satu kalinya 15 ton. Jadi dalam satu minggu ada 45 ton. Jadi kurang lebih ada 2.160 ton selama setahun," tambahnya.

Dikonfirmasi ke mana BBM ini dijual, Kapolda menyebut para pelaku mendistribusikan BBM ilegal tersebut ke industri-industri. Padahal, dalam aturan pemerintah sudah melarang peruntukan BBM subsidi tersebut untuk kalangan industri.

"Sementara ini hasil daripada BBM ini diperuntukan untuk industri. Akan kita dalami industri-industri ini. Ada beberapa tempat. Ada yang (dijual) ke Sumenep ada di wilayah Pamekasan dan lain-lain. Nanti kita dalami," tandasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jatim Kombes pol Gidion Arief Setyawan mengatakan, pengungkapan kasus ini terdeteksi dari kecurigaan masyarakat yang melihat ada pemindahan BBM dari stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) ke sebuah truk yang telah dimodifikasi.

"Modus ini terbuka dengan spesifikasi kendaraan yang sudah dibangun itu pasti terbuka. Tapi dia selalu mencari peluang malam hari supaya tidak mencolok. Kita melakukan penyelidikan berdasarkan informasi akhirnya kita lakukan penangkapan," tukasnya.

Dari penangkapan ini, polisi meringkus 6 orang tersangka, antara lain TH yang berperan sebagai salah seorang pembeli, SO sebagai sopir truk, KA sebagai kernet, NT dan NW sebagai pengawas SPBU, dan MS sebagai operator SPBU.

Akibat perbuatan ini, enam pelaku dijerat dengan UU no 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. (mdk/cob)

Baca juga:
Satgas Pangan Polres Palopo Amankan 55 Jeriken Berisi Solar
Petugas Polda DIY Gagalkan Penjualan BBM Subsidi Ilegal
Bakamla Tangkap Kapal Pengangkut 35 Ton BBM Ilegal di Perairan Cilegon
Kendaraan Listrik jadi Solusi Sulitnya Penyaluran BBM di Wilayah Terpencil
Meresahkan Nelayan, Penyelundup Solar Subsidi ke Perusahaan Tambang di Kukar Dicokok

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.