Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Saksi

Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa 3 Saksi
Melihat Pelayanan di Gedung ASABRI. ©2020 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 3 Juli 2021 13:58 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus mendalami dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT. Asabri, kali ini dengan memeriksa tiga orang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asabri.

"Kejaksaan Agung memeriksa tiga orang saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi pada PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia," kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keteranganya, Jumat (2/7).

Adapun saksi yang diperiksa yaitu AS selaku Direktur Utama PT. Anugrah Singgah Sentosa, diperiksa terkait klarifikasi blokir Single Inverstor Identification (SID), TKW selaku pribadi atau Wiraswasta, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID, dan RNS selaku Administrasi PT. Anugrah Singgah Sentosa, diperiksa terkait klarifikasi blokir SID.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT. Asabri," tuturnya.

Sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Lalu Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus ini pun telah resmi diumumkan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) merugikan merugikan keuangan negara mencapai Rp 22,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya.

Sejauh ini, untuk mengembalikan kerugian negara itu penyidik dari Kejaksaan Agung (Kejagung) baru berhasil menyita aset senilai Rp14 triliun dari tangan kesembilan tersangka.

Baru ini penyidik juga telah melalakukan pelelangan terhadap aset berupa kendaraan dari hasil sitaan para tersangka kasus ASABRI. Aset itu dilelang lebih dahulu karena mengalami kerusakan yang mengakibatkan penurunan nilai apabila didiamkan terlalu lama dan nilai perawatan tinggi.

Dimana pada Jumat (25/6) total sebanyak 16 mobil mewah hasil sitaan Kejagung yang sekitar 11 unit sudah laku terjual dari hasil lelang dengan total nilai berkisar Rp17,2 miliar secara keseluruhannya. (mdk/rhm)

Baca juga:
2 Dirut Perusahaan Diperiksa Kejagung Terkait Kasus Korupsi Asabri
11 Mobil Tersangka Korupsi Asabri Dilelang Kejagung Laku Rp17,2 Miliar
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Pejabat Sekuritas dan Pemilik SID
Dalami Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 12 Orang Saksi
Dalami Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Lima Orang Saksi
16 Mobil Sitaan Kasus PT Asabri Dilelang, Pemerintah Harap Bisa Tutup Kerugian Negara

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami