Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokrosaputro

Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokrosaputro
Benny Tjokrosaputro. ©2020 Merdeka.com/Dwi Narwoko
PERISTIWA | 16 April 2021 06:31 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terus mendalami dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT Asabri. Teranyar mereka memeriksa adik dari Benny Tjokrosaputro (BTS), Dirut PT Hanson International yang menjadi salah satu tersangka dalam kasus ini.

Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan selain pemeriksaan terhadap Adik BTS, penyidik juga memeriksa 1 orang berinisial FP selaku nomine dan 13 orang lainnya, sehingga total saksi yang diperiksa sebanyak 15 orang.

"Tim Jampidsus Kejaksaan Agung memeriksa 15 orang saksi yang terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada PT Asabri," kata Kapuspenkum Leonard Eben Ezer Simanjuntak, dalam keteranganya, Kamis (15/4).

Ke-15 orang yang diperiksa yakni DT, selaku adik tersangka BTS dan FP selaku nomine, HW selaku pegawai PT Asabri, IS selaku pegawai PT Asabri, RA selaku eks sales PT Yuanta Sekuritas Indonesia, AAN selaku sales PT Yuanta Sekuritas Indonesia, TJ selaku Wapreskom PT Grahamas Citrawisata, dan SA selaku Direktur PT Indodax Nasional Indonesia.

Kemudian, GI selaku Marketing PT Ciptadana Sekuritas Asia, SWW selaku Executive Vice President Investment Banking PT Yuanta Sekuritas Indonesia, SD selaku Direktur Investment Banking PT Yuanta Sekuritas Indonesia, AHM selaku sales PT Yuanta Sekuritas Indonesia, UA selaku Sales PT Yuanta Sekuritas Indonesia, NS selaku Direktur Operasional PT Mega Capital Sekuritas periode tahun 2014 s/d 2018, dan PDH selaku Direktur Utama PT Gunung Bara Utama.

"Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri guna menemukan fakta hukum tentang tindak pidana korupsi yang terjadi pada PT Asabri," ujar Leonard.

Sejauh ini Jampidsus Kejagung telah menetapkan 9 tersangka dalam penyidikan kasus dugaan korupsi PT Asabri. Sembilan tersangka tersebut adalah Dirut PT Asabri periode tahun 2011 - Maret 2016 (Purn) Mayjen Adam Rachmat Damiri dan Dirut PT Asabri periode Maret 2016 - Juli 2020 (Purn) Letjen Sonny Widjaja.

Kemudian Direktur Keuangan PT Asabri periode Oktober 2008-Juni 2014 Bachtiar Effendi, Direktur PT Asabri periode 2013 - 2014 dan 2015 - 2019 Hari Setiono, Kepala Divisi Investasi PT Asabri Juli 2012 - Januari 2017 Ilham W. Siregar, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Lalu, Dirut PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro dan Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat. Benny maupun Heru merupakan tersangka dalam kasus korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Kasus ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 23,73 triliun. Kerugian negara di kasus ini jauh lebih besar dari kasus Jiwasraya. (mdk/yan)

Baca juga:
Kejagung Sebut Aset Sitaan Kasus Asabri Sudah Rp10,5 Triliun
Kasus Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Adik Benny Tjokro dan Istri Ilham Siregar
Kejagung Dalami Kasus Korupsi Asabri Lewat Enam Orang Saksi
Dalami Dugaan Korupsi Asabri, Kejagung Periksa Tujuh Saksi
Kejagung Periksa Tujuh Orang Saksi Terkait Korupsi Asabri
Kejagung Periksa Lima Saksi Dalami Dugaan Korupsi Asabri

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami