Dalami Kesaksian Bowo Sidik, KPK akan Panggil Nusron Wahid

PERISTIWA | 10 April 2019 20:22 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan meminta klarifikasi politikus Partai Golkar Nusron Wahid. Hal itu dilakukan menyusul kesaksian Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso yang mengaku diperintah Nusron Wahid untuk mempersiapkan 400 ribu amplop berisi uang.

"Penyidik sudah menindaklanjuti informasi itu untuk klarifikasi betul apa tidak soal amplopan itu dipersiapkan," kata Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif di Semarang, Rabu (10/4).

Laode enggan menjelaskan secara detail terkait materi pemanggilan. Sebab pihaknya belum mendapat laporan terkait dugaan keterlibatan Nusron Wahid langsung dari penyidik.

"Saya tahunya dari media kalau keterangan beliau (Bowo) saat diwawancara," ujarnya.

Pihaknya membantah adanya permainan politik dalam peristiwa penangkapan Bowo. "Kita itu serba salah, padahal tidak ada main-main politik. Hanya saja penangkapan mendekati Pemilu, maka dari itu supaya tanggal 17 April segera cepat selesai lah," jelasnya.

KPK mengaku telah memantau Bowo sejak lama. Namun tertangkapnya Bowo sendiri tidak ada hubungannya dengan Pemilihan Presiden pada 17 April 2019.

"Jadi penangkapan berdasarkan lidik dan penyidikan KPK, suratnya keluar sudah lama sekira lebih dari setahun, sekali lagi tidak ada hubungannya dengan politik," tutup Laode Muhammad Syarif.

Seperti diketahui, Bowo bersama Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK), Asty Winasti dan pejabat PT Inersia, Indung ditetapkan sebagai tersangka terkait kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pupuk Indonesia Logistik dengan PT HTK. Bowo dan Indung ditetapkan sebagai penerima suap sedangkan Asty sebagai pemberi suap.

Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total fee yang diterima Bowo USD 2 per metric ton. Diduga telah terjadi enam kali menerima fee di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp 221 juta dan USD 85,130.

Baca juga:
Sebut Nama Nusron Wahid dan Menteri, Bowo Sidik akan Ajukan Justice Collaborator
Kasus Amplop Serangan Fajar Menggelinding, Senggol Nusron Wahid dan Menteri
Bowo Sidik juga Seret Menteri Jokowi di Kasus Amplop 'Serangan Fajar'
Nusron Bantah soal Amplop Serangan Fajar, Ini Komentar Bowo Sidik
Soal Serangan Fajar Bowo Sidik, BPN Prabowo Minta Bawaslu Jangan Pasif

(mdk/cob)