Dampak Asap di Aceh, Jarak Pandang Terbatas dan Matahari Kemerah-merahan

PERISTIWA | 24 September 2019 11:43 Reporter : Afif

Merdeka.com - Langit Banda Aceh, Selasa (24/9) pagi tak secerah biasanya. Hari itu pukul 09.00 WIB, langit tampak mendung dengan lapisan kabut putih menggantung, jarak pandang pun terbatas.

Cuacanya seperti mendung. Namun langit berkabut putih merupakan asap kiriman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dari Riau dan sejumlah titik kebakaran lainnya di Sumatera.

Situasi seperti ini sudah berlangsung selama empat hari di Tanah Rencong. Bahkan sejak kemarin kabut asap sudah membungkus seluruh kabupaten/kota di Aceh.

Kota Banda Aceh dan Aceh Besar tampak kabut asap masih menyelimuti langit. Seperti terpantau dari Jembatan Krueng Cut, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar, jembatan yang membelah sungai Krueng Aceh. Tampak terselimuti kabut putih memandang ke arah Jematan Lamnyong tembus ke Darussalam, Banda Aceh.

Biasanya jembatan penghubung kampus Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry tampak jelas. Biasanya kendaraan lalu lalang terlihat jelas meskipun jarak sekitar 500 meter. Namun pagi ini pada pukul 09.00 WIB, seluruh terselimuti kabut putih.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Aceh memantau tidak ada sebaran asap dan ditemukan titik api akibat Karhutla di Tanah Rencong.

BMKG Aceh memastikan langit memutih dan jarak pandang terbatas itu disertai matahari berwarna kuning dan kemerah-merahan akibat paparan kabut asap. Termasuk bila dipandang ke langit berwarna putih abu-abu relatif rata.

"Sedangkan kalau langit ditutupi awan akan terlihat gumpalan-gumpalan," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun I Sultan Iskandar Muda, Zakaria.

Kabut putih juga tampak menggantung di perairan sekitar Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh. Jarak pandang juga terbatas. Pegunungan di sekitar itu terlihat diselimuti kabut putih. Begitu juga di pusat kota Banda Aceh langit masih diselimuti kabut putih yang diperkirakan paparan asap dari Karhutla di sejumlah provinsi di Sumatera.

Zakaria memperkirakan kabut asap itu merupakan kiriman dari musibah Karhutla di beberapa provinsi lain di Sumatera. Oleh sebab itu untuk menjaga kesehatan, ia meminta warga untuk selalu memakai masker.

"Agar selalu memakai pelindung bila berada di luar ruangan, khususnya untuk daerah yang kabut asapnya tebal," pintanya.

Mengingat Serambi Makkah masih diselimuti kabut asap. Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) untuk membagikan masker kepada masyarakat sebagai pelindung pernapasan dari pencemaran udara akibat asap.

Kabut asap yang tampak makin tinggi konsentrasinya di udara Kota Banda Aceh dan di sejumlah kabupaten kota dapat mengancam saluran pernapasan masyarakat.

"Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah melihat fenomena asap yang pekat di udara sebagai ancaman bagi kesehatan, karena itu langsung menginstruksikan pembagian masker kepada masyarakat," kata juru bicara Pemerintah Aceh, Saifullah Abdul Gani yang akrab disapa SAG, Selasa (24/9).

Kata SAG, selain menginstruksikan pembagian masker dan meminta masyarakat mengenakannya. Plt Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk berperilaku hidup bersih dan sehat, mengurangi aktivitas di luar rumah bila tidak ada kegiatan yang mendesak.

"Menutup celah rumah dengan kain basah, memperbanyak mengonsumsi buah dan sayur, banyak minum air putih, cuci tangan dan masak makanan dengan baik, dan tidak menambah buruk situasi dengan merokok," pintanya.

Apabila upaya-upaya pencegahan seperti itu telah dilakukan namun mengalami gangguan kesehatan, SAG mengimbau agar segera meminta bantuan petugas kesehatan di sarana pelayanan kesehatan terdekat. Ada baiknya masyarakat membawa kartu BPJS Kesehatan saat ke luar rumah agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan darurat di mana saja.

"Sebaiknya Kartu BPJS Kesehatan selalu dibawa dalam situasi darurat asap saat ini," imbuh SAG.

Baca juga:
Penjelasan BMKG Soal Hujan Es di Tengah Kabut Asap Pelalawan
Padamkan Kebakaran Hutan di 8 Kabupaten, BPBD Jambi Gelontorkan Rp1,3 Miliar
Personel BPBD Meninggal Dunia Diduga Akibat Hirup Asap saat Padamkan Karhutla
BMKG Imbau Warga Berkulit Sensitif Hati-hati dengan Hujan di Lokasi Karhutla
Sempat Batalkan 33 Penerbangan, Aktivitas Bandara Pekanbaru Kembali Normal
2019, Luas Karhutla di Indonesia Capai 328.724 Hektare

(mdk/cob)