Dampak Corona, Ribuan Perantau di Luar Negeri Mudik ke Bali

Dampak Corona, Ribuan Perantau di Luar Negeri Mudik ke Bali
PERISTIWA | 8 April 2020 20:33 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Gubernur Bali Wayan Koster menerangkan sebanyak 6.174 warga yang merantau di luar negeri telang pulang kampung. Kepulangan mereka lantaran dampak dari pandemi corona. Jumlah ini tercatat dari tanggal 29 Maret hingga 7 April.

"Sudah dipulangkan dari negaranya sebanyak 6.174 orang, dan masih akan datang lagi nanti malam sekitar 601 orang (ke Bali)," kata Koster di Denpasar, Rabu (8/4).

Menurutnya, warga Bali yang menjadi pekerja migran Indonesia (PMI) atau anak buah kapal di luar negeri diperkirakan mencapai lebih dari 20 ribu orang.

Untuk mengantisipasi penyebaran corona, perantau yang tiba di Bali dilakukan rapid test. "Setiap hari ada yang pulang dari berbagai negara. Saya mengambil kebijakan semua yang pulang dari luar negeri ini harus mengikuti rapid test untuk memastikan kondisi kesehatannya. Sehingga dengan demikian akan diketahui yang negatif dan yang positif. Yang negatif boleh pulang tetapi harus mengikuti karantina mandiri di rumahnya dengan disiplin dan diawasi oleh satgas Gotong Royong Desa Adat," jelas Koster.

Bila ada PMI yang positif Covid-19 harus dikarantina di tempat yang disediakan oleh pemerintah Provinsi Bali, atau dibawa ke rumah sakit rujukan yang ditentukan.

"Kalau sehat dikarantina kalau kurang sehat positif langsung dibawa ke rumah sakit untuk segera mendapatkan perawatan secara intensif sesuai dengan standar kesehatan," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Bali Resmi Beroperasi

Rumah Sakit Universitas Udayana di wilayah Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, telah resmi dioperasikan menjadi rumah sakit khusus penanganan infeksi virus corona atau covid-19 untuk di wilayah Bali.

"Bahwa seperti yang sebelumnya saya sampaikan Pemerintah provinsi Bali telah menyiapkan Rumah Sakit perguruan tinggi Unud (Universitas Udayana) sebagai pusat penanganan covid-19 dan sudah mulai beroperasi tanggal 7 April 2020 kemarin, secara bertahap," kata Koster.

Ia menyampaikan, untuk Rumah Sakit Udayana saat ini terus ditingkatkan persiapannya agar bisa menampung kapasitas yang lebih besar.

"Jumlah kamar yang sudah siap untuk merawat pasien positif sebanyak 9 kamar. Ditambah lagi jumlah kamar yang sedang disiapkan untuk pasien positif sebanyak 40 kamar dengan 65 tempat tidur," ujarnya. (mdk/cob)

Baca juga:
SBY Ingatkan Perppu Penanganan Corona Tak Langgar Konstitusi
Emil Resmi Ajukan Kabupaten dan Kota Bogor, Bekasi dan Depok Status PSBB
Pasien Positif Corona Sembuh di Kaltim Bertambah Jadi 6 orang
DPR Ingin Pemerintah Punya Prediksi Pemulihan Ekonomi Akibat Covid-19
Sinkronisasi PSBB, Anies Koordinasi dengan Kepala Daerah Penyangga DKI
Nongkrong di Tengah Pandemi Corona, 10 Warga Bekasi Jadi Tersangka

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami