Dampingi Korban Asusila Kapolsek Parigi, P2TP2A Parimo Siapkan Psikolog

Dampingi Korban Asusila Kapolsek Parigi, P2TP2A Parimo Siapkan Psikolog
Ketua P2TP2A Parigi Moutong Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu. ©2021 Merdeka.com/Istimewa
NEWS | 20 Oktober 2021 11:41 Reporter : Ihwan Fajar

Merdeka.com - Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) memberikan pendampingan kepada S (20). Perempuan ini telah menjadi korban tindakan asusila yang diduga dilakukan Kapolsek Parigi Inspektur Polisi Satu (Iptu) IDGN, saat ayahnya berada dalam tahanan.

Ketua P2TP2A Parigi Moutong Noor Wachida Prihartini S Tombolotutu mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan rumah aman bagi S. Nantinya, perempuan itu akan didampingi hingga kasusnya tuntas.

"Kami akan mendampingi korban sampai kasus ini selesai. Apalagi Bapak Kapolda sudah memberikan jaminan bahwa kasus ini diproses sampai selesai," ujarnya kepada wartawan, Rabu (20/10).

Noor juga meminta kepada pihak Kepolisian agar tidak terus-menerus memeriksa korban. Alasannya, hal itu akan memengaruhi mental dan psikologi korban.

"Takutnya kondisi korban semakin memburuk kalau ditanya-tanya terusi," ujar Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Parigi Moutong ini.

Noor menegaskan, pihaknya sudah menyiapkan psikolog bagi korban dan keluarganya. Hal ini dilakukan agar mental dan psikologi mereka tidak memburuk akibat kasus ini.

Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu mengatakan, pihaknya sudah mendalami kasus dugaan asusila Iptu IDGN. Bahkan, LPSK menawarkan perlindungan kepada korban dan keluarganya.

"LPSK akan menemui korban. Kami posisinya menawarkan dulu kepada korban apakah membutuhkan perlindungan atau tidak," ujarnya saat ditemui di Mapolda Sulsel, Selasa (19/10).

Ia menegaskan perlindungan kepada korban dan keluarganya sifatnya sukarela. Pihaknya tidak bisa memaksa korban untuk mendapatkan perlindungan.

"Kami tidak bisa memaksakan perlindungan, karena UU-nya seperti itu. Persyaratan perlindungan itu harus diajukan oleh pihak yang meminta perlindungan," bebernya.

Edwin menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan ke Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk menemui korban. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Polda Sulteng.

"Dalam waktu dekat akan ke Sulteng," ucapnya.

Sementara itu, Anggota Komite I DPD RI dari dapil Sulteng Abdul Rachman Thaha meminta Kapolres Parigi Moutong untuk menindak tanpa kompromi Iptu IDGN yang sudah dicopot dari posisi Kapolsek Parigi. Ia bahkan meminta Polres Parigi Moutong untuk mengekspos identitas terlapor.

"Perbuatan mesum Kapolsek di Sulteng harus ditindak tanpa kompromi. Saya minta Kapolres untuk menyelidiki kemungkinan ada korban-korban lain dan memastikan si pelaku nanti juga dikenai kewajiban membayar restitusi," ujarnya.

Ia berharap Kapolri Jenderal Listyo Sigit bisa lebih tegas maupun menghukum anggota Polri pelanggar aturan, khususnya yang terlibat kejahatan seksual. "Saya terus terang berharap Polri bisa lebih tegas lagi menghukum anggotanya yang melakukan kejahatan seksual sekaligus kejahatan terhadap anak," ucapnya.

Seperti diberitakan, polisi terus mendalami kasus dugaan asusila yang dilakukan Iptu IDGN terhadap S. Kasus dugaan asusila itu berawal dari permintaan IDGN dengan imbalan akan membebaskan ayah korban yang sedang ditahan.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Sulteng Komisaris Besar Didik Supranoto mengungkapkan, ayah korban S merupakan tahanan titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Parigi Moutong. Pria itu ditangkap dalam kasus pencurian ternak sapi. (mdk/yan)

Baca juga:
Menteri PPPA Minta Kapolsek Parigi Dijerat Pasal Berlapis
VIDEO: Perintah Khusus Kapolri di Kasus Kapolsek Parigi Diduga Tiduri Anak Tersangka
Ayah Korban Dugaan Asusila Kapolsek di Sulteng Ditahan karena Kasus Pencurian Sapi
LPSK Tawarkan Perlindungan Anak Tersangka Korban Asusila Kapolsek Parigi
Kapolda Sulteng akan Profesional Tangani Kasus Dugaan Asusila Kapolsek
VIDEO: Polda Sulteng Temukan Bukti Chat Mesra Kapolsek Parigi ke Anak Tersangka
Korban Dugaan Asusila Kapolsek di Sulteng Jadi Pendiam, Sang Ibu Menangis dan Pingsan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami