Dapat Beasiswa, Anak Yatim Piatu akibat Tragedi Kanjuruhan ingin Jadi Polisi

Dapat Beasiswa, Anak Yatim Piatu akibat Tragedi Kanjuruhan ingin Jadi Polisi
Alfiansyah jadi yatim piatu karena orang tua meninggal dalam tragedi Kanjuruhan. Antara
NEWS | 4 Oktober 2022 14:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - M Alfiansyah (11), seorang anak yang menjadi yatim piatu akibat kedua orang tuanya meninggal dunia pada tragedi Kanjuruhan, mendapat beasiswa pendidikan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, bahwa untuk dukungan biaya sekolah Alfiansyah hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA), akan disiapkan beasiswa oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta.

"Untuk sekolah sudah disiapkan oleh Kapolda. Kapolda menyiapkan beasiswa sampai lulus SMA," kata Dedi kepada Malang, Selasa (4/10). Dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan itu, Dedi yang didampingi oleh Nico dan Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto berkesempatan untuk menemui langsung Alfiansyah dan kerabatnya. Siswa kelas 5 SDN Bareng 2 Kota Malang menyampaikan cita-citanya untuk menjadi seorang polisi.

Dedi menjelaskan, Polri akan memfasilitasi keinginan Alfiansyah tersebut dengan tetap mengedepankan profesionalisme. Ia akan menugaskan seorang Bhabinkamtibmas untuk memberikan pembinaan kepada Alfiansyah guna menggapai cita-citanya.

"Saat ditanya, adik Alfiansyah ini ingin menjadi polisi, kita akan fasilitasi dengan tetap mengedepankan profesionalisme," ujarnya.

Sementara itu, Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Budi Hermanto menambahkan, pihaknya akan mempersiapkan Alfiansyah untuk menggapai cita-citanya tersebut. Ia meminta Alfiansyah bisa menjaga kondisi fisik dan kesehatan dengan bantuan pembinaan Bhabinkamtibmas.

"Tadi Alfiansyah menyampaikan bahwa yang bersangkutan memiliki cita-cita untuk menjadi polisi. Saat ini ia masih kelas 5 SD, jadi kita harus menata, seperti kondisi fisik, kesehatan," katanya.

Dalam waktu dekat, lanjutnya, pihak Polresta Malang Kota akan melakukan koordinasi dengan keluarga Alfiansyah dan pihak sekolah untuk menjamin bahwa seluruh biaya pendidikan anak yang ditinggalkan kedua orang tuanya tersebut akan ditanggung Polri.

"Memang bantuan pendidikan ini tidak bisa mengembalikan nyawa orang tua Alfiansyah, tapi kami hadir sedikit untuk memberikan empati kepada korban. Alfiansyah akan kita angkat anak asuh Polresta Malang Kota," bebernya.

Sebagai informasi, kedua orang tua Alfiansyah yakni M Yulianton (40) dan Devi Ratna Sari (30) yang merupakan orang tua kandung korban tersebut meninggal dunia akibat peristiwa kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu (1/10) malam itu.

Keduanya meninggal dunia pada saat akan keluar dari Stadion Kanjuruhan Pintu 14, usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Dalam pertandingan itu, Arema FC kalah dari Persebaya dengan skor 2-3.

Baca juga:
Kapolda Jatim Diminta Tanggung Jawab soal Tembakkan Gas Air Mata Tragedi Kanjuruhan
Apa Itu Gas Air Mata, Ketahui Bahaya dan Cara Pencegahannya
Rekam Jejak Kapolres Malang AKBP Ferli Sebelum Dicopot usai Tragedi Kanjuruhan
Pintu Stadion Kanjuruhan Terkunci saat Kerusuhan, Siapa yang Bertanggung Jawab?
Kompolnas: Kapasitas Stadion Kanjuruhan 30 Ribu Penonton, Panpel Cetak Tiket Lebih
Kompolnas: Semua Polisi Diperintahkan Tak Bawa Senjata Gas Air Mata ke Kanjuruhan
Kompolnas Akui Intelijen sudah Ingatkan Risiko soal Jadwal Arema FC-Persebaya

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini