Data 4 Pengawas Pemilu di Bali Meninggal Selama Pemilu 2019

PERISTIWA | 21 Mei 2019 01:04 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Empat pengawas Pemilihan Umum (Pemilu) di Bali meninggal dunia saat menjalankan tugas. Selain itu, empat orang juga dikabarkan sakit.

"Tadi terakhir yang meninggal ada empat dan yang sakit ada (4) orang," kata Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Bali I Ketut Rudia, Denpasar, Senin (20/5).

Dari data yang didapat, anggota Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) dan Pengawas Pemilihan Kelurahan atau Desa (PPKD) dan Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan (Panwascam) yang meninggal dunia yakni I Nyoman Astaswa anggota PTPS di Denpasar. Dia meninggal setelah mengawasi proses pemungutan dan penghitungan.

Kemudian, Putu Sudiasa anggota PPKD di Kabupaten Buleleng, Bali. Belum diketahui penyebab kematian. Selanjutnya, I Ketut Sucipta Astawa anggota PPKD di Kabupaten Badung, yang meninggal dunia saat menjalankan tugas pada tanggal 24 Februari 2019 dikarenakan sesak napas.

Selanjutnya, I Gede Artana selaku Ketua Panwascam di Kabupaten Karangasem, mengidap sakit ginjal dan menjalani perawatan cuci darah di rumah sakit. Kemudian meninggal dunia pada tanggal 12 Mei 2019.

Sementara, untuk pengawas yang sakit ada empat orang yakni I Ketut R. Putu Antara yang merupakan Ketua Panwascam Karangasem, mengalami kecelakaan lalu lintas dan luka sedang pada tanggal 22 Februari setelah menjalani tugas. Kemudian, Ni Nyoman Triswati anggota PTPS di Kabupaten Karangasem, mengalami keguguran kandungan akibat kelelahan.

Selanjutnya, Putu Widiada anggota Panwascam Kabupaten Gianyar, yang bersangkutan melakukan operasi pengangkatan ginjal. Kemudian yang terakhir I Ketut Warna anggota PTPS di Kabupaten Jembrana, yang mengalami sakit akibat kecelakaan pada tanggal 5 April 2019.

Rudia juga menjelaskan, untuk para anggota yang meninggal dunia dan juga sakit akan diberikan santunan oleh pemerintah. Namun, prosesnya akan dilakukan verifikasi terkait penyebab kematian dan sakit tersebut.

"Bahwa yang meninggal itu akan diberikan santunan Rp36 juta. Tapi melalui proses verifikasi. Kita sudah (melakukan verifikasi). Kami sudah mengumpulkan para kepala sekretariat se-provinsi untuk menyampaikan persiapan verifikasi terhadap mereka yang meninggal dan yang sakit karena sakitnya itu akan diidentifikasi lagi," jelasnya.

Baca juga:
Bawa Keranda dan Replika Mayat, Mahasiswa Solo Geruduk KPU
Dokter Ani Hasibuan Laporkan Media Online yang Sebarkan Hoaks Soal KPPS Meninggal
Ombudsman Desak Pemerintah Minta Maaf soal Kematian Petugas KPPS
Ani Hasibuan Tak Hadir Lagi, Kuasa Hukum Minta Polisi Tunggu Proses dari MKEK IDI
Ratusan Petugas KPPS Meninggal, Ombudsman Temukan Indikasi Maladministrasi
IDI Ingatkan Seluruh Pihak juga Perhatikan Petugas KPPS yang Sakit

(mdk/cob)