Data Belum Masuk di Kemenkes, Insentif Tenaga Medis di Sumsel Terlambat Cair

Data Belum Masuk di Kemenkes, Insentif Tenaga Medis di Sumsel Terlambat Cair
PERISTIWA | 28 Mei 2020 19:01 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Meski Kementerian Keuangan telah mengeluarkan anggaran insentif bagi tenaga kesehatan yang menangani Covid-19, namun mayoritas tenaga medis di Sumatera Selatan belum bisa menerimanya. Hal ini disebabkan data penerima belum dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.

Kasi SDM Kesehatan Dinas Kesehatan Sumsel Yusnita Satya Fitri mengungkapkan, dari 17 kabupaten dan kota di Sumsel, baru Kabupaten Musi Rawas dan tiga rumah sakit swasta di Palembang yang melaporkan data penerima. Tenaga kesehatan yang terdata sudah menerima uang insentif dari pemerintah untuk bulan Maret dan April 2020.

Diketahui, Kemenkes memberikan insentif bagi tenaga kerja dengan besaran berbeda. Dokter spesialis akan menerima Rp15 juta per bulan, Rp10 juta bagi dokter umum, perawat atau bidan sebesar Rp7,5 juta dan tenaga kesehatan lain sebesar Rp5 juta.

"Hingga deadline 20 Mei kemarin, baru Kabupaten Musi Rawas dan tiga rumah sakit yang melaporkan data penerima," ungkap Yusnita, Kamis (28/5).

Baca Selanjutnya: Menurut dia masa pandemi membuat...

Halaman

(mdk/ray)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami