Data Hasil Tes Acak Lima Polda di Pulau Jawa: 3.540 Pemudik Dites, 17 Positif Covid

Data Hasil Tes Acak Lima Polda di Pulau Jawa: 3.540 Pemudik Dites, 17 Positif Covid
Sosialisasi larangan mudik di Bekasi. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 14 Mei 2021 15:26 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Beberapa waktu lalu pemerintah memaparkan data temuan 4.123 orang positif Covid-19 saat dilakukan tes acak terhadap pemudik. Angka ini mendapat sorotan.

Satgas Covid-19 menjelaskan bahwa angka 4.123 orang positif Covid-19 bukan hasil testing terhadap pemudik. Namun akumulasi data hasil pemeriksaan selama peniadaan mudik dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

Merdeka.com menelusuri data tes acak yang dilakukan Polisi di lokasi-lokasi penyekatan jalur mudik. Selama periode larangan mudik, terhitung mulai 6 Mei 2021. Hingga data terakhir pada 13 Mei 2021. Sumber data dari masing-masing Polda di Pulau Jawa.

Data yang terkumpul dari lima Polda se-Pulau Jawa, hanya ditemukan 17 pemudik yang positif berdasarkan hasil rapid test antigen sampai Kamis (13/5).

Polda Jawa Barat (Jabar) menemukan 16 pemudik positif yang terbagi di Pos Penyekatan Polres Sukabumi Kota 2 orang, Polres Cianjur 10 orang, Polres Karawang 1 orang, Polres Subang 1 orang, Polres Cimahi 1 orang, dan Polrestabes Bandung 1 orang. Total pemudik yang dites antigen acak mencapai 2.652 orang.

"(Pemudik yang reaktif) Isolasi mandiri dan dirawat di daerah setempat," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Erdi Adrimulan Chaniago saat dihubungi merdeka.com, Jumat (14/5).

Selanjutnya Polda Jawa Tengah (Jateng) menemukan satu pemudik yang positif. Terjaring pada Pos Penyekatan Blora dan sedang menjalani karantina.

"Hasil swab antigen di perbatasan, 1 orang positif di Pos Pam Blora dan sedang jalani karantina," kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna.

Sedangkan untuk test swab antigen yang dilakukan Polda Metro Jaya, Polda Banteng, dan Polda Jawa Timur, belum ditemukan pemudik yang dinyatakan positif Covid-19. Dengan demikian, dari data yang ada, hanya 17 pemudik yang positif Covid-19.

Jumlah pemudik yang dilakukan rapid antigen di lima Polda se Pulau Jawa mencapai kurang lebih 3.540 orang. Terbagi, Polda Metro Jaya sebanyak 262 orang dengan hasil positif nihil. Polda Jawa Timur sebanyak 590 pemudik dan Polda Banten 34 pemudik.

Sehingga total pemudik yang telah dilakukan swab test antigen di beberapa penyekatan larangan mudik se Pulau Jawa sebanyak 3.540 orang. Minus data dari Polda Jawa sudah di proses pengecekan test Covid-19 secara acak.

"Jadi sampai saat ini berdasarkan hasil test rapid antigen belum ditemukan yang reaktif (positif). Karena memang persyaratan jadi harus ada penjelasan kalau tidak ya putar balik," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko

Sebelumnya, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, temuan 4.123 orang positif Covid-19 bukan hasil testing terhadap masyarakat selama periode larangan mudik Lebaran Idulfitri 2021. Periode larangan mudik Lebaran dimulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

"Itu data sejak 22 April 2021 dari berbagai operasi Polri," katanya kepada merdeka.com, Jumat (14/5).

Sorotan data 4.123 positif Covid-19 saat tes acak pemudik bermula dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menggelar konferensi pers di Kantor Presiden pada Senin (10/5).

Airlangga mengatakan 4.123 dari 6.742 atau setara 61,15 persen pemudik positif Covid-19. Pasalnya, ribuan pemudik yang positif Covid-19 diketahui berdasarkan hasil tes acak di 381 titik penyekatan.

"Secara umum pengetatan yang dilakukan oleh Polri di 381 lokasi dan operasi ketupat kemarin jumlah pemudik yang dirandom testing 6.742 orang, konfirmasi positifnya 4.123 orang," jelasnya Airlangga.

Belakangan terungkap bahwa data tersebut bukan hanya hasil tes acak pemudik. Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito mengatakan, temuan 4.123 orang positif Covid-19 bukan hasil testing terhadap masyarakat selama periode larangan mudik Lebaran Idulfitri 2021. Periode larangan mudik Lebaran dimulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

"Itu data sejak 22 April 2021 dari berbagai operasi Polri," katanya kepada merdeka.com, Jumat (14/5).

Sebelumnya, Wiku menjelaskan 4.123 orang positif Covid-19 merupakan akumulasi data hasil pemeriksaan selama peniadaan mudik dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro.

"Mohon untuk jangan dilihat sebagai yang positif itu dilakukan hanya di masa peniadaan mudik saja. Jadi ini adalah pengumpulan data," jelasnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube BNPB Indonesia, Rabu (13/5).

Menanggapi data ribuan pemudik positif Covid-19 yang diungkap Airlangga, Ahli Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono sudah menduga bahwa data tersebut tidak akurat.

"Datanya tidak akurat, publik dibohongi atau ditakuti," tegas Pandu saat dikonfirmasi merdeka.com, Jumat (14/5).

Menurut Pandu, sumber data 61,15 persen pemudik positif Covid-19 tidak jelas. Sebab, pemerintah tidak mengungkapkan metode yang digunakan untuk memeriksa pemudik.

Selain itu, pemerintah tidak menjelaskan pemudik yang positif terjangkit Covid-19 menggunakan moda transportasi apa.

"Pemeriksaannya tidak diberi tahu pakai apa, terus orangnya seperti apa. Kan pemudik ada yang pakai motor, pakai mobil, pakai bus, tujuannya di mana. Jadi angka itu ya angka tidak bisa dipercaya," ujarnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Polisi: Semua Pemudik Kembali ke Jakarta Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19
Jalan Tol Layang Syeikh Mohamed Bin Zayed Kembali Dibuka Mulai Malam Ini
Polisi Rapid Test Acak 1.178 Pemudik di Lampung, 3 Dinyatakan Positif Covid-19
Cerita Mudik Yuni, Lewati Penyekatan Sampai ke Kampung Halaman
Epidemiolog Sebut Penguasaan Data Cegah Ledakan Kasus Covid-19 Usai Arus Balik

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami