Data Pasien Positif Corona di Gugus Tugas Covid-19 Sumsel dengan Pusat Berbeda

Data Pasien Positif Corona di Gugus Tugas Covid-19 Sumsel dengan Pusat Berbeda
PERISTIWA | 10 April 2020 19:42 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Ketidaksinkronan data antara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat dan daerah terkait penambahan pasien positif kembali terjadi. Kali ini giliran Provinsi Sumatera Selatan kebingungan dengan data yang diumumkan pusat.

Berdasarkan data yang disampaikan Gugus Tugas Covid-19 pusat, terdapat penambahan empat pasien positif pada hari ini, Jumat (10/4), sehingga menjadi 21 orang. Namun data berbeda dipegang Gugus Tugas Covid-19 Sumsel yang memverifikasi tambahan hanya satu orang sehingga total 18 pasien positif.

"Kami sampaikan bahwa data nasional Sumsel ada 21 pasien, ada tambahan empat orang, tapi yang terverifikasi di kami hanya satu orang. Artinya sekarang jumlahnya 18 orang positif Covid-19 di Sumsel," ungkap Yusri, Jumat (10/4).

Dikatakannya, satu pasien positif baru adalah seorang perempuan berusia 40 tahun asal Prabumulih. Hanya saja, pihaknya masih mempelajari status pasien, apakah transmisi lokal atau terjangkiti dari luar daerah.

"Statusnya masih dipelajari," ujarnya.

Dia menilai perbedaan data antara pusat dan daerah karena beberapa kemungkinan. Pertama, sampel kiriman dari beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumsel ke pusat namun belum dilaporkan ke Gugus Tugas Covid-19 Sumsel, dan kemungkinan kedua, tiga tambahan positif merupakan hasil pemeriksaan ulang sampel yang sebelumnya dinyatakan negatif.

"Di Sumsel ini ada lima rumah sakit rujukan, kami akan cross check data dulu, termasuk ke Kemenkes. Paling tidak besok sore akan kami umumkan dan akan ketemu permasalahan data ini," kata dia.

Yusri menambahkan, total orang dalam pemantauan (PDP) di Sumsel berjumlah 1.954 dan 1.161 orang diantaranya masih dalam proses pemantauan. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih dirawat sebelas orang dan isolasi mandiri berjumlah delapan orang.

"Sampel yang diperiksa 160 orang, positif 18 orang, negatif 79 orang, dan masih proses 64 orang," terangnya.

"Untuk masyarakat yang dirawat mandiri, sudah diedukasi dan rata-rata memiliki fasilitas rumah yang cukup memadai, pengawasan dilakukan polri dan masyarakat setempat," sambungnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Wilayah Perbatasan Jakarta-Depok Masih Ditemukan Pemotor Tak Memakai Masker
Polda Metro Kawal Proses Pemakaman Jenazah Positif Covid-19 di TPU Tegal Alur
Berdalih Tak Bisa Bendung Warga, RT Penolak Pemakaman Perawat di Sewakul Minta Maaf
Momen Tepat Jual Emas Perhiasan untuk Sambung Hidup di Tengah Pandemi Corona
Satu Kasus Positif Covid-19 di Berau Berasal dari Klaster Gowa
Saat Manusia di Balik Tembok, Hewan Bebas Berkeliaran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami