Data Terkini Jumlah Warga Bogor yang Telah Divaksinasi Covid-19

Data Terkini Jumlah Warga Bogor yang Telah Divaksinasi Covid-19
Vaksinasi Covid-19 di Kampung Tangguh Jaya. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
PERISTIWA | 19 April 2021 18:47 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bogor Bogor memastikan 93.901 warganya telah divaksin Covid-19. Jumlah itu mencapai 52,67 persen dari sasaran 178.279 orang. Namun, Pemkot Bogor mengeluhkan warga di wilayah perbatasan banyak menolak untuk divaksin.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menjelaskan, itu merupakan sasaran vaksinasi pertama. Sementara suntikan kedua 40.997 orang atau 23 persen.

"Itu berdasarkan update data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCPPEN) tertanggal Sabtu, 17 April 2021 pukul 20.30 WIN," jelas Retno, Senin (19/4)

Rinciannya, untuk kategori sasaran SDM kesehatan dari 9.150 orang, hasil vaksinasi 1 8.484 orang (92,72 persen), vaksinasi 2 7.029 orang (76,82 persen).

Kategori lanjut usia (lansia) dari sasaran 95.371 orang, hasil vaksinasi 1 28.817 orang (30,22 persen), vaksinasi 2 9.363 orang (9,82 persen).

Kategori sasaran petugas publik dari sasaran 73.758 sasaran, hasil vaksinasi 1 56.600 (76,74 persen), vaksinasi 2 24.605 (33,36 persen).

"Untuk tenaga kesehatan banyak yang ditunda karena komorbid dan penyintas. Kriteria ini sebelumnya dikeluarkan dari penerima vaksin," katanya.

Menyinggung masih rendahnya angka vaksinasi sasaran lansia, menurut Retno dikarenakan baru dimulai satu bulan yang lalu. Pasalnya, kebijakan pusat awalnya lansia diprioritaskan hanya di ibu kota provinsi.

"Jadi saat itu kita mulai sasaran pelayan publik dulu. Sekarang prioritasnya lansia dan pendidik, pelayan publik di pending (tunda) dulu," jelasnya.

Untuk sasaran lansia yang bermukim di pusat kota menurutnya, antusias mengikuti vaksinasi. Sedangkan lansia yang ada di wilayah perbatasan Kabupaten Bogor, seperti di Mulyaharja, Lawang Gintung, Harjasari, Situ Gede dan Ciluar banyak yang menolak vaksin karena takut divaksin, merasa tidak kemana-mana dan jauh dari fasilitas kesehatan (faskes).

"Jadi perlu sosialisasi tentang pentingnya vaksin. Kemarin berbagai upaya terobosan dengan jemput bola sudah dilakukan untuk mendekatkan akses layanan," kata Retno.

Di bulan ramadan ini, kata Kadinkes, vaksinasi masih tetap dilakukan. Namun hanya untuk tanggal 14 - 20 April vaksin pertama. Sementara di luar itu tiadakan karena vaksin keduanya berbarengan dengan hari libur lebaran. Untuk suntikan kedua masih terus dilakukan.

"Roadmapnya vaksin tahap 2 sampai bulan Juni," sebutnya.

Untuk memperoleh target yang telah ditetapkan terutama sasaran lansia yang masih rendah perlu sosialisasi yang masif tentang vaksinasi, keamanan dan manfaatnya.

Tak hanya itu kata Retno, perlunya penggerakan sasaran oleh tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemimpin wilayah, mulai camat, lurah, RW dan RT, termasuk juga aparat wilayah, babinsa dan bhabinkamtibmas serta RW Siaga mendata dan menggerakkan sasaran.

"Kami mengimbau kepada warga jangan ragu untuk divaksin Covid-19. Mari sukseskan vaksinasi nasional," katanya. (mdk/ray)

Baca juga:
Kemenkes Buka Akses Publik Awasi Vaksinasi Covid-19
Vaksinasi Pekerja Seni, Sektor Ekomoni Kreatif Diharapkan Kembali Bangkit
Menkes Berharap Seniman-Budayawan Bisa jadi Teladan Lansia Jalani Vaksinasi
Data Lansia yang Telah Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama per 19 April 2021
Kemenkes Soal Istri Emil Positif Covid Meski Sudah Divaksin: Tidak Ada yang 100%

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami