Data WN China di Bandung Diperbarui dan Jalani Tes Kesehatan

PERISTIWA | 29 Januari 2020 03:33 Reporter : Aksara Bebey

Merdeka.com - Warga China yang berada di Kota Bandung dengan beragam status pekerjaan ada 47 orang. Pemerintah Kota Bandung segera melakukan pendataan sekaligus berencana memeriksa kesehatannya.

Jumlah itu berdasarkan data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung hingga 31 Desember 2019. Berkaitan dengan pendataan, mereka akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Arief Syaifudin mengatakan pendataan ulang dan rencana pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai bagian dari antisipasi penyebaran virus corona yang saat ini menjadi perhatian dunia.

"Tim dari Disnaker akan terjun langsung untuk mendata dan mengecek kondisi tenaga kerja asing asal China. Ini dimulai hari Rabu dan Kamis," kata dia, Selasa (28/1/2020).

Lebih lanjut ia menyebut, dari data yang ada, 47 warga China yang ada di Kota Bandung kebanyakan bekerja sebagai tenaga pendidik di sejumlah Yayasan dan Perguruan tinggi di Bandung. Sisanya, ada yang berprofesi sebagai chef dan marketing sebuah perusahaan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Berli Hamdani mengaku sudah melakukan sejumlah langkah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Salah satunya membuat surat edaran kepada rumah sakit, puskesmas dan klinik untuk meningkatkan kewaspadaan, penanganan dan rujukan dalam penanganan kemungkinan pasien novel coronavirus.

Lalu, menyosialisasikan informasi kepada masyarakat melalui berbagai saluran media. Tujuannya, agar masyarakat mengenali gejala, waspada namun tidak diiringi dengan perasaan cemas atau panik dalam menyikapi virus corona.

"Jika ada riwayat perjalanan dan kontak dengan orang yang bepergian ke wilayah Tiongkok (Wuhan) atau negara yang terjangkit dalam waktu 14 hari dan mengalami demam di atas 38 derajat, batuk, sulit bernapas, segera kunjungi rumah sakit atau puskesmas terdekat. Jangan tunggu besok lagi," kata Berli saat dihubungi via pesan singkat.

Hindari kontak dekat dengan siapa pun yang menderita demam dan batuk dengan riwayat perjalanan dari negara terjangkit. Kemudian, jaga pola hidup bersih dan sehat.

"Pakai masker apabila menderita gangguan pernapasan atau batuk. Terakhir, berhati-hati dalam mengonsumsi produk hewani mentah atau setengah matang untuk menghindari kontaminasi silang dengan makanan mentah," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Pemprov Jabar Minta Sektor Pariwisata Tingkat Waspada Cegah Sebaran Corona
Kota Mati dan Teriakan 'Wuhan Jiayou' yang Bikin Merinding
Saham Starbucks dan McDonald's Tumbang Dihantam Wabah Virus Corona
Bertahan di Wuhan Saling Menguatkan
Wabah Virus Corona, Facebook dan Razer Batasi Karyawan Pergi ke Tiongkok
Suasana Kota-Kota di China Sepi Akibat Wabah Virus Corona
Virus Corona Renggut 106 Jiwa, DPR Sarankan Pemerintah Tetapkan Siaga Satu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.