Demi nasi bungkus khaul Syawalan, warga Kendal rela berdesakan

Demi nasi bungkus khaul Syawalan, warga Kendal rela berdesakan
ibu dan anak terjepit demi nasi bungkus di kendal. ©2016 merdeka.com/parwito
NEWS | 13 Juli 2016 20:30 Reporter : Parwito

Merdeka.com - Demi mendapatkan sebungkus nasi di tradisi khaul Wali Joko, ribuan warga rela berdesakan di makam di Komplek Masjid Agung, Kabupaten Kendal, hingga siang hari. Mereka juga terlibat saling dorong saat proses pembagian nasi dimulai.

Pantauan merdeka.com di lokasi, Rabu (13/7), tampak ibu-ibu dan anak-anak banyak yang terjepit, saat berebut nasi bungkus di pos satpam masjid. Sebanyak 3.500 nasi bungkus disiapkan oleh Takmir Masjid Agung Kendal dan langsung habis dalam hitungan beberapa menit.

Meski belum selesai kegiatan pengajian dalam rangka Khaul Wali Joko, Wali Hadi dan Wali Abu Sujak, ibu-ibu dan anak-anak ini sudah merangsek ke pos satpam untuk meminta nasi bungkus.

Sudah menjadi tradisi setiap tahun warga rela berdesakan dan saling dorong untuk mendapatkan nasi bungkus berlauk mi goreng dan telur itu. Dari nasi bungkus itu, mereka berharap mendapat berkah. Petugas selalu kewalahan karena jumlah warga yang datang lebih banyak tahun sebelumnya.

ibu dan anak terjepit demi nasi bungkus di kendal

Nasi yang didapat kebanyakan langsung dimakan di halaman Masjid Agung Kendal sambil menunggu waktu salat. "Sudah biasa rebutan nasi dan saling desak-desakan, semoga dapat berkah dari nasi yang dibagikan," harap Fatimah, warga Bandengan.

Pengurus takmir Masjid Agung Kendal, KH Ubaidilah menjelaskan, Wali Joko yang merupakan penyebar agama Islam di Kendal ini wafat 8 Syawal.

"Setiap tahun Masjid Agung Kendal menggelar khaul akbar yang diisi dengan tahlil serta pengajian umum. Pihak masjid setiap tahunya menambah jumlah nasi yang akan dibagikan, namun jumlah warga yang datang terus bertambah," jelasnya.

Untuk tahun ini, Takmir Masjid Agung Kendal menyediakan 3500 nasi bungkus dan dibagikan di sejumlah titik agar tidak terjadi kericuhan.

"Kita sediakan 3500 bungkus entah nanti cukup atau tidak karena jumlah warga yang datang terus bertambah," imbuh KH Ubaidilah.

Rangkaian peringatan khaul dan syawalan ini akan dilanjutkan di makam Wali Gembyang yang wafat pada 9 Syawal. (mdk/lia)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami