Demo Tolak Perumahan Rusuh, Kantor Perumnas dan PTPN Deli Serdang Dirusak

Demo Tolak Perumahan Rusuh, Kantor Perumnas dan PTPN Deli Serdang Dirusak
Kantor Perumnas dan PTPN Dirusak. ©2019 Merdeka.com/Yan Muhardiansyah
NEWS | 29 Oktober 2019 20:47 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Ratusan warga dari Desa Simalingkar A, Desa Durin Tonggal dan Desa Namo Bintang berunjuk rasa di depan kantor PTPN2 di Desa Simalingkar A, Pancur Batu, Deli Serdang, Sumut, Selasa (29/10). Demo itu berujung pada tindakan anarkistis, massa merusak dan membakar kantor yang ada di sana.

Unjuk rasa berlangsung sejak pagi. Warga yang berasal dari tiga desa memprotes pembangunan perumahan yang direncanakan PTPN2 bersama PT Perumnas.

Menurut warga, lahan seluas 854,26 Ha di kawasan itu berstatus sengketa. Perkaranya masih dalam tahap kasasi di Mahkamah Agung.

PTPN 2 memegang sertifikat HGU Nomor 171 untuk lahan itu. Sementara warga mengklaim lahan tersebut milik mereka dan telah dikelola selama puluhan tahun. "Kami desak pemerintah segera menyelesaikan masalah ini," kata Alpen Kaban, Ketua Forum Kaum Tani Laucih (FKTL), mewakili warga.

Alpen menyatakan, mereka menuntut agar lahan itu segera dikembalikan ke warga. Mereka pun menolak uang tali asih atau ganti rugi.

Awalnya suasana kondusif. Massa orasi dan menyanyikan lagu kebangsaan serta lagu-lagu perjuangan. Mereka juga membakar ban di jalan.

Setelah berunjuk rasa, sebagian besar massa pulang ke rumah. Sore hari sekitar pukul 16.00 Wib, suasana memanas.

Warga ternyata emosi melihat postingan di Facebook yang memperlihatkan pihak PTPN2 dan Perumnas telah meletakkan batu pertama perumahan di kantor PTPN2 Tanjung Morawa yang di Desa Simalungkar A, Pancur Batu. Sebelumnya, warga mendengar informasi bahwa ground breaking dilakukan di kantor Perumnas di Helvetia, Medan.

"Siang sekitar jam 12.00 WIB saat demo tadi, kami heran, kenapa banyak nasi kotak masuk ke kantor itu, sementara orangnya terlihat sedikit. Ternyata ada peletakan batu pertama di dalam," ucap Alpen.

Karena emosi, warga kembali berkumpul dan merusak kantor pengembang, yang merupakan sinergi BUMN Perumnas dengan PTPN2. Pelang nama ditumbangkan. Kaca-kaca dipecahkan. Bahkan furniture di bagian depan kantor sempat dibakar. Dindingnya juga dicoreti.

Kantor PTPN2 yang ada di depannya juga dirusak. Pagarnya ditumbangkan. Pelang nama kantor ini pun dicoreti.

Aksi anarkistis, kata Alpen, berlangsung sekitar 30 menit. Suasana sudah dikendalikan aparat keamanan.

Saat ini ratusan personel polisi dan TNI berjaga di sana. Mereka didukung truk water canon.

Sementara sejumlah warga masih berkumpul di posko yang mereka dirikan tak jauh dari kantor pengembang. Mereka menyatakan akan bertahan di sana.

Belum ada keterangan dari pihak kepolisian terkait kejadian ini. Wakapolrestabes Medan AKBP Rudi Rifani dan pejabat lain yang hadir di sana menolak diwawancarai. (mdk/bal)

Baca juga:
Polisi Buru Pembacok Diki Wahyudi, Remaja Tewas dalam Tawuran di Tambora
Penuntasan Kasus Kerusuhan di Penajam Paser Utara Tunggu Ritual Adat
Kerusuhan di Penajam Paser Utara Catat Kerugian Hingga Rp7,3 Miliar
83 Anak Pengungsi di Penajam Paser Utara Terancam Tidak Bisa Sekolah
Kerusuhan di Penajam Hanguskan Belasan Motor dan Mobil
322 Kepala Keluarga Mengungsi Dampak Kerusuhan di Penajam Paser Utara

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami