Demo Tuntut Pencabutan UU Cipta Kerja, Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto Depan DPR

Demo Tuntut Pencabutan UU Cipta Kerja, Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto Depan DPR
Buruh Tutup Jalan Gatot Subroto Depan DPR. ©2022 Antara
NEWS | 10 Agustus 2022 13:21 Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

Merdeka.com - Ratusan buruh gabungan beberapa aliansi menutup Jalan Gatot Subroto di depan Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, sehingga kendaraan tidak bisa melintas di lokasi tersebut. Buruh menggelar demonstrasi untuk menuntut pencabutan UU Cipta Kerja.

Pada Rabu sekitar pukul 11.00 WIB, buruh berbaris di depan Gedung Gedung DPR/MPR/DPD RI di Senayan, Jakarta Pusat.

Mereka berbaris sambil berjalan ke depan gerbang Gedung Parlemen guna menggelar demonstrasi. Akibatnya, kendaraan dari arah Semanggi menuju Slipi (Jakarta Barat) tidak bisa melintas di depan Gedung Parlemen.

Jalur bus TransJakarta yang ada di sisi paling kanan juga tidak bisa dilintasi bus ataupun kendaraan umum. Namun demikian, mobil dari Tol Dalam Kota masih bisa keluar di pintu tol Senayan.

2 dari 2 halaman

Sambil berjalan, buruh menyanyikan beberapa lagu pergerakan. Mobil komando melaju tepat di belakang massa.

Hingga saat ini, demonstrasi yang digelar buruh masih berjalan kondusif. Petugas Kepolisian juga berjaga di beberapa lokasi sekitar demonstran.

Sebelumnya, petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat mengimbau masyarakat untuk menghindari kawasan Senayan dan Komplek DPR/MPR/DPD RI terkait rencana aksi buruh pada Rabu. (mdk/ray)

Baca juga:
Riza Ungkap Alasan Pemprov DKI Ajukan Banding Putusan UMP Jakarta 2022
UMP DKI Jakarta Tak Jadi Rp4,64 Juta per Bulan, Buruh Ancam Mogok Massal
Buruh Minta Anies Tak Takut Banding UMP Jakarta 2022, Siap Dukung jadi Presiden
Massa Buruh Geruduk Balai Kota Tolak Penurunan UMP DKI
Buruh Geruduk Balai Kota, Desak Anies Segera Banding Putusan UMP Jakarta 2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini