Demonstrasi Membludak, TNI-Polri Perketat Penjagaan Depan Gedung DPR

PERISTIWA | 23 September 2019 18:59 Reporter : Nur Habibie

Merdeka.com - Polisi masih terus melakukan penjagaan secara ketat di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Hal itu karena adanya aksi dari dua kelompok di depan Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat.

Pantauan merdeka.com, salah satu aksi yang dilakukan yakni untuk menuntut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo segera diganti dengan Ketua KPK terpilih periode 2019-2023 yakni Irjen Firli Bahuri.

Para pendemo itu membentangkan spanduk bertuliskan 'Keluarkan Agus Rahardjo dari KPK Bubarkan WP KPK'. Spanduk itu dipasang di pagar DPR/MPR RI yang berwarna hijau.

"Keluar keluar keluar Agus Rahardjo, keluarkan Agus Rahardjo sekarang juga," teriak orator dari salah satu kelompok massa aksi, Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Selain itu, ada juga beberapa massa aksi yang ingin RKUHP tidak disahkan atau menolak dengan pengesahan RKUHP. Dengan adanya aksi ini, jalan arteri yang menuju ke arah Slipi dilakukan penutupan secara total. Hal itu karena membludaknya massa aksi yang berada di depan Gedung DPR/MPR RI.

Lomba Adzan Magrib di Gedung DPR

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dari berbagai daerah se-JaBoDeTaBek dan Organisasi Masyarakat (Ormas) masih terus melakukan aksi di depan gedung DPR/MPR. Aksi ini sudah berlangsung sejak siang hari tadi.

Saat waktu menunjukkan pukul 17.50 WIB, sedikit ada yang berbeda dari masing-masing mobil komando dua kelompok massa aksi pro dan kontra terkait Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Saat itu, orator dari massa kontra dengan pengesahan RKUHP meminta massanya untuk melakukan adzan magrib dengan menggunakan pengeras suara.

"Tolong, itu yang ada di mobil komando adzan magrib untuk yang bisa adzan. Karena waktu sudah memasuki magrib," ujar salah satu orang dengan menggunakan pengeras suara milik polisi di atas mobil barikade polisi, Jakarta Pusat, Senin (23/9).

Tak lama adanya adzan dari mobil komando massa kontra pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Tiba-tiba saja mobil komando dari massa pro pengesahan Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP), juga melakukan adzan maghrib.

Dengan adanya suara adzan magrib, situasi di depan Gedung DPR/MPR kembali kondusif. Karena sebelumnya sempat terjadi lempar-lemparan botol minum air mineral.

Baca juga:
VIDEO: Demo Ribuan Mahasiswa di Bandung Diwarnai Kericuhan
Demo Depan Gedung DPR Makin Ramai, Jalan Gatot Soebroto Arah Slipi Ditutup
Demo #GejayanMemanggil Diakhiri dengan Pembacaan 7 Poin Tuntutan
Demonstran Tolak Revisi UU KPK dan RUU KUHP Berasal dari 25 Kampus di Bandung
VIDEO: DPR Pantau Reaksi Masyarakat Soal RUU KUHP Sampai 30 September
Demo #GejayanMemanggil Berakhir Dengan Tertib
Aksi Ribuan Mahasiswa Tolak RUU KUHP di Depan Gedung DPR

(mdk/gil)